DPRD Sumut Desak Pemerintah Bantu Biaya Pemulangan Nazwa dari Kamboja

21 Agustus 2025 14:47 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
DPRD Sumut Desak Pemerintah Bantu Biaya Pemulangan Nazwa dari Kamboja
Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga, mendesak Pemkab Deli Serdang hingga Pemprov Sumut, untuk membantu biaya pemulangan jenazah Nazwa Aliya (19).
kumparanNEWS
Korban berinisial NA, meninggal dunia di Kamboja, Selasa (12/8/2025). Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Korban berinisial NA, meninggal dunia di Kamboja, Selasa (12/8/2025). Foto: Istimewa
Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga, mendesak Pemkab Deli Serdang hingga Pemprov Sumut, untuk membantu biaya pemulangan jenazah Nazwa Aliya (19).
Nazwa adalah remaja asal Kabupaten Deli Serdang, Sumut, yang tewas di Kamboja. Padahal, sebelumnya ia izin wawancara kerja ke Kota Medan.
β€œYa saya kira pemerintah punya tanggung jawab terhadap warga negaranya ya. Jadi ya tak ada alasan, tidak ada anggaran kan ada taktis di sana,” kata Zeira pada Kamis (21/8).
β€œItu kan bagian juga, bukan hanya bencana, tpi juga kemanusiaan juga dianggarkan di sana, tapi jika tidak ada kan bisa konsultasi ke pusat dan Pemprov wajib fasilitasi. Saya kira tidak ada alasan terkait itu,” jelasnya.
Soal biaya pemulangan jenazah ini memang menjadi keluhan ibu Nazwa, Lanniari. Lanniari mengatakan, KBRI meminta biaya kepulangan Rp 138 juta.
Sementara, bila Nazwa dimakamkan di Kamboja, keluarga juga harus mengeluarkan biaya Rp 50-60 juta. Hal ini pun tidak disanggupi karena Lanniari merupakan keluarga yang kurang mampu.
Lanniari (53), ibu Nazwa , gadis di Deli Serdang, Sumut, yang tewas di Kamboja. Foto: Istimewa

Video Nazwa minta tolong

Zeira menuturkan, pihaknya juga mendesak KBRI untuk menginvestigasi penyebab mati Nazwa. Sebab, kata Zeira, ada isu yang menyebut bahwa organ Nazwa diambil.
Selain itu, menurut Zeira, ada pula video Nazwa yang masih dalam kondisi sadar meminta pertolongan. Jadi, menurut Zeira, bila Nazwa masih dalam kondisi sadar, seharusnya ia bisa pulang ke Indonesia dan menjalani perawatan di Indonesia.
Namun, dalam video yang sama, menurut Zeira, Nazwa justru tetap dipaksa disuntik meskipun sudah meminta dirinya dilepaskan.
β€œYang pastinya videonya sudah kita lihat bahwa korban minta tolong dalam keadaan sadar penuh tiba-tiba ya dia minta lepaskan kaki saya lepaskan kaki saya baru ada seseorang baju nakes yang berlogat Kamboja tetap dia dipaksa dia disuntikkan sesuatu tiba-tiba sudah meninggal kan gitu,” kata dia.
β€œJadi ya patut kita curigai itu operasi pengambilan organ tubuh karena pasien itu sadar ya dan minta kakinya dilepas kan begitu jadi perlu analisa terkait mengenai keadaan korban, divisum korban ini supaya kita tahu penyebabnya kenapa,” jelasnya.
Korban Nazwa Aliya, meninggal dunia di Kamboja, Selasa (12/8/2025). Foto: Istimewa

Overdosis & Hepatitis

Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha, menyebut, dari keterangan resmi rumah sakit hingga kepolisian Kamboja, Nazwa disebut tewas lantaran overdosis hingga menyebabkan komplikasi.
β€œBerdasarkan keterangan resmi rumah sakit dan kepolisian Kamboja, almarhumah meninggal akibat overdosis obat yang menyebabkan komplikasi dan hepatitis akut (keracunan pada liver),” kata Judha dalam keterangannya, Kamis (21/8).
Untuk itu, kata Judha, pihaknya akan mengirimkan nota diplomatik ke otoritas Kamboja untuk dapat melakukan investigasi.
Nazwa sebelumnya pergi dari rumah pada Kamis (29/5) sekitar pukul 4.30 WIB. Ia meninggalkan ibunya yang masih tertidur. Namun, malam sebelumnya, ia sudah pamit hendak wawancara kerja di salah satu bank swasta di Kota Medan.
Namun, tiba-tiba Nazwa sudah berada di Thailand dan berakhir di Kamboja. Keluarga mendapat laporan kematian Nazwa karena overdosis paracetamol.
Trending Now