Dua Hari Penuh Inspirasi di kumparan Green Initiative Conference 2025

20 September 2025 11:03 WIB
Β·
waktu baca 7 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dua Hari Penuh Inspirasi di kumparan Green Initiative Conference 2025
kumparan Green Initiative Conference 2025 telah sukses digelar dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai pihak untuk mendorong terwujudnya energi bersih dan berkelanjutan.
kumparanNEWS
Pemimpin Redaksi kumparan Arifin Asydhad menyampaikan sambutan dalam kumparan Green Initiative Conference 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (17/9/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pemimpin Redaksi kumparan Arifin Asydhad menyampaikan sambutan dalam kumparan Green Initiative Conference 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (17/9/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
kumparan Green Initiative Conference 2025 sukses digelar selama dua hari di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu dan Kamis (17-18/9). Dalam acara ini, ratusan orang yang berasal dari pemerintah, tenaga ahli, akademisi, komunitas dan organisasi, hingga perusahaan swasta telah berkolaborasi mendorong terwujudnya energi bersih dan berkelanjutan.
Hari pertama kumparan Green Initiative Conference 2025 diramaikan dengan kehadiran Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang memaparkan sejumlah rencana strategis pemerintah terkait energi hijau. Mulai dari rencana penandatanganan UE-CEPA Full Agreement pada tanggal 23 September mendatang, 8 paket program untuk mendorong perekonomian hijau negeri, hingga pengembangan energi berbasis fotovoltaik,
"Kenapa fotovoltaik itu penting? Karena itu menjadi bagian dari hilirisasi silika. Jadi hilirisasi silika itu juga bisa membuat ada dua jalur. Satu jalur dari silika sampai floating glass, fotovoltaik untuk solar panel dan ini akan dibutuhkan di Indonesia," ungkap Airlangga.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan sambutan dalam kumparan Green Initiative Conference 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (17/9/2025). Foto: Wahyu
Selain Airlangga, acara ini juga diramaikan dengan diskusi seru dengan sejumlah panelis dari beragam latar belakang dan tema. Salah satunya adalah diskusi "Membangun Ketahanan Energi dan Industri melalui Transisi Berkelanjutan".
Diskusi tersebut diisi oleh Direktur Energia Prima Nusantara sekaligus Group Legal Advisor Pamapersada Nusantara, Boy Gemino Kalauserang; Professor in Industrial Engineering Head of XPloo, BINUS Center of Excellence in Digital Transformation & Sustainability, Prof. Firdaus Alamsjah, Ph.D; dan Staf Ahli Menteri Bidang Percepatan Transformasi Industri 4.0 Kemenperin, Emmy Suryandari.
Diskusi selanjutnya tak kalah menarik dengan tema "Peluang Mencapai Target 100 Persen Listrik dari Energi Terbarukan 10 Tahun Lebih Cepat" yang diisi oleh Rektor UMN, Ir. Andrey Andoko, M.Sc., Ph.D; Dosen dan Peneliti Prodi Teknik Lingkungan ITB, Dr. Ir. Moch. Chaerul, ST., MT; dan Dosen Sekolah Ilmu Lingkungan UI, Dr. Ir. Mahawan Karuniasa. Dalam sesi ini, panelis dan peserta berdiskusi soal konsep mengubah limbah menjadi energi.
Suasana saat sesi panel dua dalam kumparan Green Initiative Conference 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (17/9/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Selain itu ada pula pemaparan soal "Pengelolaan Sampah dan Masa Depan Energi Bersih" oleh Deputi Bidang Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan, Nani Hendiarti. Dalam paparannya, Nani menjelaskan soal regulasi pengelolaan sampah di Kemenko Pangan, salah satunya soal konversi sampah menjadi energi atau PLTSa.
Hari pertama kumparan Green Initiative Conference ini ditutup dengan "Curhat bersama Mbak kumparan". Di sesi ini para peserta dipersilakan untuk mengutarakan uneg-uneg dan pengalaman mereka seputar pengolahan sampah.

Hari ke-2 kumparan Green Initiative Conference 2025

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memberikan sambutan saat menghadiri kumparan Green Initiative Conference 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (18/9/2025). Foto: Wahyu/kumparan
Hari kedua kumparan Green Initiative Conference 2025 berjalan lebih seru lagi. Acara ini diawali dengan paparan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.
Ada beberapa hal yang ia bahas dalam pemaparannya. Salah satunya soal kerinduannya pada langit biru dan udara bersih di Jakarta, yang sempat terasa saat COVID-19 merebak. Namun ia berharap, udara bersih itu bisa kembali dirasakan tanpa perlu ada pandemi lagi.
Hanif juga bicara soal konservasi keanekaragaman hayati yang menjadi kewajiban semua pihak tanpa bisa ditawar. Dia membeberkan, sejak tahun 2021 sampai sekarang, tingkat deforestasi di Indonesia menurun tajam.
"Dulu kita (deforestasi) di angka 400.000 hektare karena sebelum saya, sebelumnya saya Dirjen Planologi Kehutanan. Jadi saya tahu angka-angkanya, saya hitung. Jadi 400.000 dulu sebelum tahun 2020," kata Hanif dalam acara kumparan Green Initiative Conference (GIC) 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (18/9).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyampaikan sambutan dalam kumparan Green Initiative Conference 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (18/9/2025). Foto: Wahyu/kumparan
Selain Hanif, menteri lain yang hadir dalam memberikan pemaparan adalah Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Agus memperkenalkan konsep Green Industry Service Company (Gisco) yang menjadi kerangka kerja strategis untuk mempercepat transformasi industri menuju keberlanjutan melalui integrasi pendanaan, teknologi, dan layanan pendukung lainnya.
Menurut Agus, Gisco jadi salah satu jalan Kemenperin untuk menanggapi permasalahan yang ditimbulkan akibat pesatnya pertumbuhan industri, yakni peningkatan emisi. Ia menyadari pertumbuhan sektor manufaktur yang mendorong ekonomi nasional juga membuat emisi yang dihasilkan terus meningkat.
β€œNah ini yang selalu atau terus-menerus kita akan mencari solusinya. Di mata kami, sejak lama ini sudah menjadi wake-up call. Lahirnya Gisco adalah jawaban atas wake-up call tersebut. Jadi terobosan yang menurut pandangan kami akan menjadi game changer adalah Gisco,” tutur Agus.
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan paparan dalam kumparan Green Initiative Conference 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (18/9/2025). Foto: Wahyu/kumparan
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, juga hadir memberikan pemaparannya. Salah satu yang ia garis bawahi adalah soal kondisi darurat sampah dan perlunya intervensi teknologi serta kesadaran warga untuk mengatasinya.
"Bicara krisis sampah. Di kota-kota besar, itu produksi sampah 1.000 ton per hari. Jakarta sendiri kurang lebih 7.000 ton per hari. Pertanyaannya, ketika sampah sudah menggunung, bagaimana kita bisa menguranginya?" ucap AHY.
Krisis sampah ini, kata AHY, bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tapi seluruh warga. Dengan teknologi waste to energy (WTE), sampah sebenarnya bisa berpotensi diubah menjadi energi terbarukan.
"Sampah harus bisa kita kurangi dan bahkan ada peluang untuk mengubah, mengkonversinya menjadi energi yang baru dan terbarukan. Saya rasa ini semua yang bisa kita bicarakan dalam membahas energi di masa depan," tutur AHY.
Suasana sesi panel keempat kumparan Green Initiative Conference 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (18/9/2025). Foto: Wahyu/kumparan
Sama seperti acara di hari pertama, hari kedua kumparan Green Initiative Conference 2025 juga diramaikan dengan berbagai diskusi menarik. Diskusi pertama yang mengambil tema "Standard ESG Pertambangan Indonesia" diisi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Rudy Sayoga Gautama, IPU; Vice Dean of Academic Affairs & Research Support, Dr. Martha Tri Lestari S.Sos., MM; dan Dewan Penasihat Asosiasi Pertambangan Nikel Indonesia (APNI), Djoko Widajatno.
Dalam diskusi ini, Djoko mengatakan kewajiban ESG membutuhkan modal tambahan. Meski banyak anggaran lain yang harus dikeluarkan perusahaan seperti untuk Dana Hasil Ekspor hingga bahan bakar ramah lingkungan.
"Pertambangan Indonesia mengalami berbagai macam persoalan yang berat dari segi keuangan. Pertama, adanya DHE, uang hasil ekspor ditahan. Dua, pajak dan royalti yang tinggi, tertinggi di Asia Tenggara. Yang ketiga bahan baku bahan bakar, dulu pakai B30, sekarang B40. Semuanya adalah cost," kata Djoko saat acara kumparan Green Initiative Conference 2025, Kamis (18/9).
Jika seluruh biaya tersebut melampaui Harga Pokok Produksi (HPP), maka ini akan menggerus keuntungan bersih yang diterima perusahaan. Oleh karena itu, ia menilai pemerintah harus ikut turun tangan membantu penerapan ESG.
Influencer Kudus Asik Isman Ridhwasah menyampaikan paparan saat sesi panel dalam kumparan Green Initiative Conference 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (18/9/2025). Foto: Wahyu/kumparan
Panel diskusi selanjutnya mengambil tema "Waste Management dan Solusi Energi Bersih" yang diisi oleh Program Director Bakti Lingkungan Djarum Foundation dan Influencer Kudus Asik, Isman Ridhwansah.
Yang menarik dalam panel diskusi ini adalah saat Isman memamerkan hasil karyanya dalam mengolah sisa bahan di dapur. Menurutnya, konsep reduce, reuse, recycle (3R) juga bisa diterapkan di dapur, terutama recycle.
β€œDi konten-konten saya di Kudus Asik, Kudus apik resik itu kita mengunggah beberapa sisa bahan masakan yang masih bisa diolah,” ucap Isman sambil memamerkan garam lancin yang dibuat dari campuran kulit bawang dan kulit kepala udang.
Isman menjelaskan, garam tersebut ia buat dengan mencampur kulit bawang dan kepala udang yang biasanya dibuang saat memasak. Bahan-bahan itu lalu dicampur dan diblender untuk diolah lagi menjadi penyedap rasa asin.
β€œHal-hal kecil seperti ini juga bisa mengurangi kandungan sampah organik. Di dalam dapur. Bukannya kalau 50 persen sama organiknya sudah terolah di dapur, kita sudah menang pertarungan untuk 50 persen yang akan dibawa ke TPA,” ucap Isman.
Green Initiative Conference 2025. Foto: kumparan
Berbagai inisiatif pro-lingkungan yang ada di kumparan Green Initiative Conference 2025 tidak lepas dari dukungan dan kolaborasi brand terkemuka yang peduli terhadap keberlanjutan, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Astra, Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Blibli, PLN, Harita Nickel, Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID, Bank Mandiri, Telkom Indonesia, Telkomsel, Pagatan Usaha Makmur, PT Alamtri Resources Indonesia, Pupuk Indonesia, Makmur Bersama Indonesia.
Kemudian ada juga kolaborasi dengan berbagai universitas di Indonesia. Misalnya saja dengan Telkom University, Binus University, Universitas Multimedia Nusantara.
Kesuksesan kumparan Green Initiative Conference 2025 juga tidak terlepas dari dukungan Hotel Borobudur Jakarta, Tetra Pak, Wastgood, Control New, Magalarva, Richeese Factory
Sementara itu sejumlah media partner turut menyebarluaskan informasi kumparan Green Initiative Conference 2025, yakni Metro TV, Bisnis Indonesia, Bisnis.com, Bisnis Muda, Katadata, Katadata Green, Suara.com, Kaskus, Opini ID, Delta FM, Prambors, Jak FM, Kis FM, Most Radio, Greeners.Co
Acara ini juga digelar dengan menggandeng sejumlah organisasi dan komunitas lingkungan seperti Trash Ranger Indonesia, Ayo Less Waste, Rumah Edukasi Komunitas Pilah Sampah, ewasterj, Economy for Ecology, Warriors Cleanup Indonesia, Mangrove Jakarta, Berplonggingria.
Trending Now