Dubes Rusia: Kami Siap Bahas Jaminan Keamanan Ukraina

20 Agustus 2025 16:17 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dubes Rusia: Kami Siap Bahas Jaminan Keamanan Ukraina
Dubes Rusia untuk RI mengaku sudah tahu soal pembahasan jaminan keamanan Ukraina. Namun, Rusia tidak mau jaminan keamanan itu dari NATO.
kumparanNEWS
Simbol NATO. Foto: Kenzo Tribouillard / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Simbol NATO. Foto: Kenzo Tribouillard / AFP
Keanggotaan Ukraina di NATO tidak dibahas dalam pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bersama pemimpin negara-negara Eropa. Salah satu yang didiskusikan adalah kemungkinan Ukraina mendapat jaminan keamanan yang diatur dalam Pasal 5 NATO.
Pasal 5 NATO menyatakan bahwa serangan terhadap salah satu anggota NATO dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota NATO. Sehingga, seluruh anggota NATO akan ikut balik menyerang.
Dubes Rusia untuk RI Sergei Tolchenov yakin ada banyak pasukan NATO yang membantu Ukraina secara rahasia. Sebagaimana diketahui, Ukraina sangat ingin bergabung dengan NATO.
Keinginan Ukraina gabung NATO menjadi salah satu faktor agresi militer Rusia ke negara tetangganya itu. Sampai sekarang NATO belum secara resmi menyatakan keinginannya membantu Ukraina melawan Rusia.
"Tapi jika ada tentara NATO yang secara resmi berada di wilayah Ukraina, itu merupakan tindakan agresi. Itu berarti NATO berpartisipasi dalam permusuhan di pihak Ukraina," kata Tolchenov dalam press briefing di Kediaman Duta Besar Rusia, Kuningan, Jakarta, Rabu (20/8).
Tolchenov sudah mengetahui soal jaminan keamanan Ukraina yang jadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Trump, Zelensky, dan pemimpin negara-negara Eropa. Dia menyatakan Rusia siap bertukar pikiran dan berdiskusi terkait jaminan keamanan Ukraina.
Dubes Rusia untuk RI Sergei Tolchenov dalam press briefing di Kediaman Dubes Rusia, Kuningan, Jakarta. Foto: Nadia Riso/kumparan
"Kami siap bertukar pikiran dan mendiskusikan isu ini serta mencari jaminan (keamanan), tapi bukan dari NATO, melainkan dari negara-negara yang memiliki posisi penting di dunia modern dan memiliki pendekatan konstruktif terhadap Rusia dan terhadap krisis Ukraina ini. Jadi artinya tidak ada NATO di sana, tapi mungkin beberapa negara lain jika mereka mau," ungkapnya.
Tolchenov mengatakan ada sejumlah negara yang berkontribusi dalam mencari solusi damai dalam krisis Ukraina, termasuk Indonesia. Tolchenov secara spesifik menyinggung kelompok Sahabat untuk Perdamaian (Friends for Peace) yang diinisiasi Brasil dan China sebagai mediator solusi perdamaian dalam krisis Ukraina.
"Ini adalah kelompok yang terdiri dari 13 atau 17 negara, hampir 20 negara, dan Indonesia sejak tahun lalu menjadi anggota Sahabat untuk Perdamaian. Sehingga mungkin salah satu negara dari kelompok itu bisa jadi salah satu penjamin kesepakatan perdamaian Ukraina," tuturnya.
"Jadi saya cukup yakin tidak ada NATO," pungkasnya.
Trending Now