Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Indofood Danai Riset 96 Mahasiswa

16 Oktober 2025 13:11 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Indofood Danai Riset 96 Mahasiswa
Indofood menggelar Indofood Riset Nugraha (IRN) untuk tahun 2025-2026. Untuk periode kali ini, ada sebanyak 96 proposal penelitian mahasiswa dari 61 perguruan tinggi yang mendapatkan dana.
kumparanNEWS
Penyerahan bantuan dana penelitian program Indofood Riset Nugraha (IRN) di Gedung Indofood, Jakarta pada Kamis (16/10/2025). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Penyerahan bantuan dana penelitian program Indofood Riset Nugraha (IRN) di Gedung Indofood, Jakarta pada Kamis (16/10/2025). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan
Indofood kembali menggelar Indofood Riset Nugraha (IRN) untuk tahun 2025-2026. Untuk periode kali ini, ada sebanyak 96 proposal penelitian mahasiswa dari 61 perguruan tinggi se-Indonesia berhasil memperoleh bantuan dana melalui program IRN.
Bantuan dana ditandai dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman antara Indofood dengan peserta program IRN 2025-2026 di Gedung Indofood, Jakarta (16/10). Pada hari ini, bertepatan juga dengan Hari Pangan Sedunia.
Para penerima program ini ialah mahasiswa yang melakukan penelitian guna menyelesaikan studi sarjananya. Head of Corporate Communications Indofood Stefanus Indrayana menyampaikan bahwa IRN hadir untuk membantu mewujudkan ketahanan pangan.
“Kami berharap IRN dapat semakin memberdayakan para peneliti muda untuk berkontribusi bagi pengembangan pangan lokal dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” kata Indrayana.
Tema yang diangkat tahun ini ialah “Penelitian Pangan Fungsional Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal”. Ketua Tim Pakar IRN, Purwiyatno Hariyadi, menilai tema tersebut masih sangat relevan hingga saat ini.
“Mengingat masih begitu banyaknya sumber pangan fungsional bernilai gizi tinggi di Indonesia yang masih belum dimanfaatkan secara optimal,” terangnya.
Ketua Tim Pakar IRN sekaligus Dosen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) Purwiyatno Hariyadi di Gedung Indofood, Jakarta pada Kamis (16/10/2025). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan
Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor itu menambahkan, “Bahkan jika bicara tentang pangan lokal, maka pemanfaatannya juga memiliki dampak untuk pengembangan ekonomi masyarakat.”
Untuk 2025-2026, Indofood menerima 735 proposal penelitian dari 135 perguruan tinggi berbagai wilayah di Indonesia. Angka itu meningkat 20% dari tahun sebelumnya. Proposal itu kemudian diseleksi secara administrasi dan substansial.
Proses seleksi melibatkan 9 orang yang tergabung dalam Tim Pakar IRN. Mereka berasal dari lintas keilmuan yang terdiri dari Teknologi Pangan, Sosial Ekonomi Pertanian, Budidaya Pertanian, Peternakan, Gizi dan Kesehatan, Perikanan dan Kelautan, Genetika dan Bioteknologi Molekuler, serta praktisi di sektor industri.
Tim Pakar IRN juga akan mendampingi para mahasiswa penerima bantuan dana selama proses penelitian melalui dua tahapan audit. Program IRN pun memberikan pelatihan-pelatihan soft skill yang diperlukan, khususnya dalam membangun karakter peneliti muda yang tangguh.

Peneliti Terbaik IRN 2024-2025

Penganugerahan penghargaan peneliti terbaik Indofood Riset Nugraha (IRN) periode 2024-2025 di Gedung Indofood, Jakarta pada Kamis (16/10/2025). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan
Dalam kesempatan yang sama, IRN memberikan penghargaan kepada 4 mahasiswa yang ditetapkan sebagai peneliti terbaik pada periode 2024-2025. Mereka adalah Hamzah Akram Maulana (Universitas Tanjungpura), Kalisha Nirmala Chandra (Universitas Gadjah Mada), Rosdiana Anjelina (Institut Teknologi Bandung), dan Zhafa Nesya Salsabila (Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur).
Ketua Program IRN dan Direktur PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Suaimi Suriady, mengungkapkan, proses seleksi peneliti dilaksanakan dengan mengedepankan serangkaian indikator.
"Saya ingin mengucapkan selamat kepada 4 peneliti terbaik terpilih tahun 2024-2025 yang dipilih dari 80 peneliti. Dinilai dari berbagai aspek yaitu, proses penelitian, mutu penelitian, teknik presentasi, penguasaan materi, dan sikap keseriusan," kata dia.
Menurut dia, IRN merupakan program bantuan dana penelitian bagi mahasiswa S1 yang hadir setiap tahunnya selama hampir 20 tahun. Tujuannya, untuk memberdayakan para peneliti muda untuk berinovasi dan berkontribusi bagi ketahanan pangan nasional.
"Hingga kini program IRN telah mendukung lebih dari 1.200 penelitian mahasiswa. Selain menggali potensi pemanfaatan komoditas lokal, IRN juga membawa misi untuk membangun minat generasi muda terhadap isu pangan san berkelanjutan berbasis riset,' paparnya.
Salah satu mahasiswa yang terpilih, Rosdiana, merasa bersyukur atas adanya program IRN yang pertama kali diluncurkan pada 2006 ini.
“Kalau enggak ada IRN, mungkin saya enggak akan lulus dari ITB,” ucapnya.
Ia mengatakan, dana yang dibutuhkan untuk melakukan penelitiannya terbilang tinggi. Penelitian Rosdiana berjudul “Analisis Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman, Kualitas Biomassa, serta Dinamika Kandungan Nitrogen pada Sistem Three Sisters dengan Penggunaan Pupuk Vermikompos”.
Ia telah mengajukan pembiayaan ke pihak kampus. Namun dia terkendala karena harus ada penyesuaian output yang menurutnya tidak ideal.
“Akhirnya bisa terwujud dengan dukungan dana dan pendampingan yang sangat membantu dari pakar IRN,” ucapnya.
IRN adalah program bantuan dana riset bagi mahasiswa S1 yang sedang menyelesaikan tugas akhir penelitian di bidang penganekaragaman pangan.
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2006, IRN telah menerima lebih dari 8.300 proposal dan sudah mendanai 1.200 penelitian mahasiswa.
IRN mengusung misi untuk mendorong minat riset mahasiswa dalam bidang pangan, inovasi pangan, dan pemanfaatan sumber daya lokal.
Trending Now