Esai Foto: Dari Timur untuk Negeri, Harmoni Industri dan Kehidupan di Pulau Obi

28 September 2025 10:10 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Esai Foto: Dari Timur untuk Negeri, Harmoni Industri dan Kehidupan di Pulau Obi
Produksi nikel sulfat dan kobalt sulfat oleh PT Trimegah Bangun Persada Tbk (Harita Nickel) di Pulau Obi, Maluku Utara.
kumparanNEWS
Pekerja mengolah forenikel di smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) Harita Nickel, Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Selasa (16/9/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja mengolah forenikel di smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) Harita Nickel, Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Selasa (16/9/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Produksi nikel sulfat dan kobalt sulfat dahulu hanya sebatas mimpi bagi Indonesia. Kini, berkat teknologi high pressure acid leaching (HPAL), impian itu menjadi nyata di Pulau Obi, Maluku Utara. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (Harita Nickel) tampil sebagai pionir, menghadirkan bahan baku utama baterai mobil listrik langsung dari tanah air.
Pemandangan Kawasan Industri Obi (KIO) dilihat dari dermaga bongkar muat di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Kamis (18/9/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pemandangan Kawasan Industri Obi (KIO) dilihat dari dermaga bongkar muat di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Kamis (18/9/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Di balik terobosan itu lahir tantangan baru yaitu slag nikel, sisa peleburan bijih nikel kadar tinggi melalui teknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF). Jika menumpuk, slag berisiko menimbulkan masalah lingkungan.
Balok forenikel di smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) Harita Nickel di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Selasa (16/9/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Harita Nickel berinovasi menyulap butiran granular tersebut menjadi bahan konstruksi bernilai, mulai dari batako beton, baja anti karat, jalan internal, hingga terumbu karang buatan yang memberi napas baru bagi ekosistem laut.
Sejumlah warga beraktivitas di depan rumah di pemukiman Kawasi Baru, Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Rabu (17/9/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Transformasi tak hanya terjadi di ranah industri. Di pesisir Obi, masyarakat Desa Kawasi kini menapaki babak baru setelah direlokasi ke Kawasi Baru. Hunian permanen berjumlah 259 unit berdiri kokoh, tentunya ditunjang batako yang terbuat dari slag nikel.
Sejumlah siswa didampingi gurunya bermain di sela waktu belajar di Sekolah Dasar 217 Halmahera Selatan, Pemukiman Kawasi Baru, Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Rabu (17/9/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Pemukiman Kawasi Baru dilengkapi sekolah dari tingkat dasar hingga menengah, puskesmas, serta rumah ibadah yang nyaman. Kehidupan lebih teratur, anak-anak bisa belajar dengan layak, Kawasi Baru bukan sekadar pemukiman, melainkan rumah bagi mimpi yang tumbuh kembali.
Warga melakukan pemeriksaan kandungan di Puskesmas yang ada di Pemukiman Kawasi Baru, Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Rabu (17/9/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Komitmen keberlanjutan juga menyentuh lahan bekas tambang. Saat dinyatakan selesai ditambang, area tersebut direklamasi menjadi ruang hidup baru. Dinamai Pit Komodo, di sana pepohonan kembali menjulang, burung-burung berkicau, dan alam perlahan pulih.
Petugas Health Safety and Environment Harita Nickel, Rahmat (kanan) dan Susandi (kiri) memantau kondisi flora dan fauna di area reklamasi lahan bekas tambang di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Selasa (16/9/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Upaya ini diperkuat dengan pembangunan Loji Central Nursery, rumah pembibitan modern seluas 2,8 hektare dengan kapasitas 400.000 bibit per tahun. Dilengkapi greenhouse, sistem irigasi otomatis, hingga material daur ulang dari slag nikel, fasilitas ini menjadi pusat lahirnya kehidupan baru. Hingga kini, lebih dari 231 hektare lahan pascatambang berhasil direhabilitasi, meningkat dari 201,06 hektare di tahun sebelumnya.
Petugas Health Safety and Environment Harita Nickel, Sebesiel, memeriksa bibit pohon di area pembibitan modern Loji Central Nursery Harita Nickel di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Selasa (16/9/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Di balik geliat industri, Pulau Obi tetap memelihara keindahan alamnya. Danau Karo, sumber air utama bagi masyarakat, terus dijaga kualitasnya oleh tim Health, Safety, and Environment Harita Nickel. Danau ini juga menjadi rumah bagi flora dan fauna endemik, simbol keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian hayati.
Petugas Health Safety and Environment Harita Nickel melakukan pemantauan kualitas air di Danau Karo, Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Kamis (18/9/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Dari jantung timur Nusantara, Pulau Obi menunjukkan bahwa hilirisasi industri bisa berjalan seiring dengan kepedulian pada manusia dan lingkungan, sebuah harmoni untuk masa depan yang berkelanjutan.
Petugas Health Safety and Environment Harita Nickel, Susandi, memantau kondisi flora dan fauna di area reklamasi lahan bekas tambang di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Selasa (16/9/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Trending Now