Fenomena Cuaca Ekstrem, Warga Indramayu: Panasnya Seperti di Depan Kompor

22 Oktober 2025 9:51 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Fenomena Cuaca Ekstrem, Warga Indramayu: Panasnya Seperti di Depan Kompor
"Kepala rasanya langsung nyut-nyutan karena terik banget," ujar ibu bernama Kartini.
kumparanNEWS
Kartini dan anaknya berjalan menggunakan payung saat cuaca panas di Jalan D.I. Panjaitan, Kabupaten Indramayu, Selasa (21/10/2025). Foto: Dok. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kartini dan anaknya berjalan menggunakan payung saat cuaca panas di Jalan D.I. Panjaitan, Kabupaten Indramayu, Selasa (21/10/2025). Foto: Dok. kumparan
Fenomena cuaca panas ekstrem tengah melanda wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan), Jawa Barat, dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data Stasiun Meteorologi Kertajati, suhu maksimum tertinggi tercatat mencapai 37,8 derajat Celsius pada 15 Oktober 2025, menjadi rekor suhu tertinggi sepanjang tahun ini.
Kartini Hidayati (42 tahun), warga Indramayu yang terdampak fenomena panas ekstrem, mengaku selalu membawa payung saat keluar rumah di siang hari untuk menghindari teriknya matahari.
“Panasnya luar biasa, siang hari rasanya kayak di depan kompor. Sekarang kalau keluar rumah siang-siang saya selalu bawa payung, bukan buat hujan, tapi biar enggak terlalu panas,” ujar Kartini kepada kumparan.
“Kalau enggak bawa, kepala rasanya langsung nyut-nyutan karena terik banget. Jadi ke pasar pun sekarang bawa payung terus,” sambungnya.

Penyebab Utama Suhu Panas Meningkat

Ketua Tim Kerja Prakiraan, Data, dan Informasi BMKG Kertajati, Muhammad Syifaul Fuad, menjelaskan bahwa kondisi panas ini masih tergolong wajar, namun terasa lebih menyengat karena minimnya pembentukan awan di atmosfer.
“Dari pengamatan kami, suhu maksimum pada pertengahan Oktober ini mencapai 37,8°C. Itu adalah suhu tertinggi sejak Januari hingga Oktober 2025. Kondisi ini kemungkinan masih berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November nanti,” ujar Fuad kepada kumparan melalui sambungan telepon, Selasa (21/10).
Menurut Fuad, ada beberapa faktor yang menyebabkan meningkatnya suhu udara di wilayah Ciayumajakuning.
Pertama, posisi semu matahari sedang berada di sekitar belahan bumi selatan, termasuk wilayah Pulau Jawa. Kondisi ini membuat sinar matahari lebih intens menyinari permukaan bumi di wilayah tersebut.
“Kebetulan posisi matahari bulan Oktober ini sedang berada di selatan ekuator. Karena itu, wilayah seperti Jawa menerima penyinaran yang lebih kuat dibanding belahan bumi utara,” jelasnya.
Faktor kedua, adanya angin timuran dari Benua Australia yang membawa udara kering dan panas. Angin ini menghambat proses pembentukan awan, sehingga sinar matahari langsung menyentuh permukaan bumi tanpa terhalang.
Faktor ketiga, minimnya tutupan awan menyebabkan panas terasa lebih terik di siang hari. “Biasanya awan berfungsi seperti filter alami. Tapi karena awan jarang terbentuk, panasnya terasa langsung,” tambah Fuad.
BMKG mencatat, puncak panas biasanya terjadi pada pukul 13.00–16.00 WIB, saat intensitas sinar matahari berada di titik tertinggi.

Kertajati Jadi Daerah Terpanas se-Indonesia

Sejumlah ojek online berteduh saat cuaca panas di Jalan D.I. Panjaitan, Kabupaten Indramayu, Selasa (21/10/2025). Foto: Dok. kumparan
Fuad menambahkan, pada periode 20-21 Oktober 2025, suhu maksimum di Stasiun Meteorologi Kertajati tercatat mencapai 36,4 derajat Celsius, menjadikannya suhu tertinggi di Indonesia dalam 24 jam terakhir.
“Suhu maksimum kemarin di Kertajati tercatat paling panas se-Indonesia dari beberapa stasiun pengamatan cuaca,” katanya.
Menanggapi fenomena ini, BPBD Kabupaten Indramayu mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak kesehatan akibat paparan panas ekstrem.
Kepala Sekretariat BPBD Indramayu, Sutrisno, meminta warga untuk menghindari aktivitas di luar ruangan pada pukul 10.00-16.00 WIB, saat paparan sinar matahari paling kuat.
“Imbauannya sederhana: hindari paparan langsung sinar matahari, perbanyak minum air putih, dan gunakan pelindung tubuh seperti topi atau payung,” ujarnya.
BPBD juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan para camat untuk menyebarluaskan imbauan serta langkah mitigasi kepada masyarakat.
“Kami sedang menyiapkan surat edaran agar informasi ini sampai ke semua desa,” tutupnya.
BPBD Indramayu mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun tetap waspada, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD untuk menghindari dampak negatif akibat suhu ekstrem yang melanda wilayah Indramayu dan sekitarnya.
Trending Now