Gadis Pantai Dufa-Dufa Arungi Harapan di Sekolah Rakyat

14 Desember 2025 14:13 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gadis Pantai Dufa-Dufa Arungi Harapan di Sekolah Rakyat
Rara kini bisa mengarungi masa depannya setelah bergabung dengan Sekolah Rakyat.
kumparanNEWS
Jannatul Zahra Umamit, siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 26 Ternate. Foto: Biro Humas Kemensos/ Bayu Aprianto
zoom-in-whitePerbesar
Jannatul Zahra Umamit, siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 26 Ternate. Foto: Biro Humas Kemensos/ Bayu Aprianto
Birunya laut Ternate menyimpan sebuah kisah pilu bagi Jannatul Zahra Umamit (13). Doa harapan dari pesisir, Rara, panggilannya, membawa langkah gadis dari Pantai Dufa-Dufa ini ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 26 Ternate.
Kisah Rara bermula ketika ayahnya yang bekerja sebagai nelayan dikabarkan tenggelam. Perahunya terjebak badai di tengah laut, dan jasad sang ayah tidak pernah ditemukan sampai sekarang.
โ€œRara ingat sekali, waktu itu hari Minggu. Kami dapat kabar ketika jelang Subuh kalau kapal Ayah sudah terbalik,โ€ kata Rara dengan ekspresi sedikit murung, dikutip Minggu (14/12).
Jannatul Zahra Umamit, siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 26 Ternate. Foto: Biro Humas Kemensos/ Bayu Aprianto
Seperti anak-anak pesisir lain, Rara dahulu senang berenang, menyelam, dan mengeksplorasi Pantai Dufa-Dufa untuk bermain atau sekadar melepas penat sepulang sekolah.
Namun sekarang hari-hari Rara dihabiskan untuk membantu sang ibu untuk mencari dan menjual ikan ke pasar demi menghidupi keluarga kecil mereka.
โ€œMama kerja jual ikan, tapi kalau tidak ada ikan, mama jadi tukang cuci,โ€ kata Rara.
Jannatul Zahra Umamit, siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 26 Ternate. Foto: Biro Humas Kemensos/ Bayu Aprianto
Tinggal bersama ibu dan kedua adik kecil, Rara paham betul tanggung jawabnya. Sebagai anak sulung, ia tak bisa terus bersedih. Adik-adiknya masih kecil. Ia harus kuat agar sang ibu bisa tetap tegar meski hidup serba pas-pasan.
Semilir angin di pesisir Pantai Ternate mengantarkan doa Rara agar bisa kembali bersekolah. Ia mendapatkan kabar tentang kehadiran Sekolah Rakyat, program sekolah gratis yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto bersama Kementerian Sosial.
โ€œWaktu itu aku ditanya, mau enggak sekolah di Sekolah Rakyat? Awalnya aku dan Mama kaget karena dibilang sekolah ini gratis, soalnya sekolah lain harus bayar mahal. Jadi aku mau meringankan beban Mama,โ€ ujarnya.
Jannatul Zahra Umamit, siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 26 Ternate. Foto: Biro Humas Kemensos/ Bayu Aprianto
Hari ketika Rara pertama kali datang ke Sekolah Rakyat, ia memegang tangan ibunya erat-erat. Ketika kakinya yang dipenuhi oleh impian-impian kecil dari pesisir itu melangkah ke balik gerbang Sekolah Rakyat, ia memutuskan untuk mengadu peruntungan di sekolah dengan sistem asrama tersebut.
Gadis kecil yang terbiasa berjalan kaki sepulang sekolah berpuluh kilometer kini menikmati nyamannya asrama. Rara kini bisa lebih mudah untuk fokus belajar dan menggapai impiannya menjadi tentara wanita.
Jannatul Zahra Umamit, siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 26 Ternate. Foto: Biro Humas Kemensos/ Bayu Aprianto
Pengalaman menyenangkan lainnya bagi Rara ketika merasakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan di Sekolah Rakyat. Ia tersenyum malu-malu saat bercerita tentang menu makanan yang dia dapatkan di Sekolah Rakyat yang jarang ia temukan di rumah.
โ€œHari-hari di rumah makan ikan saja kalau tidak ya makan bubur, makan ayam kalau ada uang lebih. Sekarang bisa makan sayur, ikan, ayam setiap hari, senang banget,โ€ jelasnya.
Jannatul Zahra Umamit, siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 26 Ternate. Foto: Biro Humas Kemensos/ Bayu Aprianto
Dia juga mengucapkan terima kasih tulus kepada para penggagas Sekolah Rakyat.
โ€œPak Prabowo, terima kasih sudah masukkan kami ke Sekolah Rakyat. Kami berterima kasih sangat banyak karena tidak perlu dibayar, gratis semua. Semoga Pak Prabowo dan Menteri Sosial sehat-sehat selalu dan diberi rezeki banyak-banyak. Semoga di Sekolah Rakyat ini bisa terus senang dan gembira,โ€ kata Rara.
Titi Finarti, ibu Rara mengaku kagum dengan keteguhan putri sulungnya.
โ€œPenghasilan sehari-hari saya tidak menentu, apalagi semenjak ditinggal Ayah Rara, keuangan terasa semakin pelik. Saya tahu dia paham kondisi di rumah meski nggak banyak bicara,โ€ katanya.
Jannatul Zahra Umamit, siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 26 Ternate. Foto: Biro Humas Kemensos/ Bayu Aprianto
Sekolah Rakyat, dinilainya benar-benar membantu Rara agar bisa tetap melanjutkan pendidikan meskipun di tengah situasi sulit. Setelah ditinggal sang suami, kehidupan semakin sulit. Ia sempat ingin memasukkan Rara ke pesantren, tapi biaya asrama dan seragam tak sanggup ia bayar.
โ€œMama, terima kasih sudah izinkan Rara belajar di Sekolah Rakyat. Sekarang Mama enggak perlu khawatir soal biaya,โ€ ucap Rara sambil memeluk ibunya dengan erat.
Trending Now