Ganjar: PDIP Enggak Cuma Swasembada Pangan, tapi Kedaulatan Pangan

18 Mei 2025 19:30 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ganjar: PDIP Enggak Cuma Swasembada Pangan, tapi Kedaulatan Pangan
PDI Perjuangan telah menggelar pengarahan tertutup kepada kadernya yang terpilih jadi kepala daerah periode 2024-2029.
kumparanNEWS
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengumpulkan ratusan kepala daerah dari PDIP di Sekolah Partai PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (18/5/2025). Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengumpulkan ratusan kepala daerah dari PDIP di Sekolah Partai PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (18/5/2025). Foto: Haya Syahira/kumparan
PDI Perjuangan telah menggelar pengarahan tertutup kepada kadernya yang terpilih jadi kepala daerah periode 2024-2029. Pengarahan dilakukan selama 3 hari sejak Jumat hingga Minggu (18/5) di Sekolah PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo menegaskan, komitmen partainya dalam sektor pangan tak hanya sebatas pada program swasembada, melainkan mendorong pencapaian kedaulatan pangan secara menyeluruh.
β€œOh kalau kita tidak hanya swasembada pangan, kita juga punya agenda kedaulatan pangan. Jadi lebih dari swasembada,” kata Ganjar.
Menurutnya, kedaulatan pangan menjadi bagian dari komitmen ideologis partai yang kini disinkronkan dengan program pemerintah pusat.
Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo di Sekolah Partai PDIP Lenteng Agung Jakarta, Minggu (18/5/2025). Foto: Haya Syahira/kumparan
Salah satu contohnya, kata Ganjar, adalah pemetaan wilayah potensial produksi pangan di seluruh daerah.
β€œKita bicara ketahanan pangan, kita bicara daulat pangan. Ibu menambahkan bahwa tidak hanya padi, jagung, kedelai, saja tapi kita juga sudah bicara potensi di laut, bagaimana 10 tanaman pendamping beras atau padi,” jelasnya.
Ganjar mencontohkan daerah seperti Ngawi yang memiliki produktivitas padi 7,2 ton per hektare, serta Grobogan yang mengembangkan varietas unggul berkat intervensi teknologi.
Menurutnya, kerja sama dengan lembaga seperti BRIN terus didorong agar setiap kepala daerah bisa mengoptimalkan potensi pangan lokal, termasuk singkong di Lampung yang produktif tapi belum terserap pasar.
β€œMasa masih ada impor singkong. Nah yang begini-gini kan ideologis buat kita,” ujarnya.
Tiga petani menanam padi di persawahan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (6/6/2022). Foto: Abriawan Abhe/ANTARA FOTO
Ganjar juga menyebut PDIP tidak akan segan menjalani fungsi check and balances-nya dengan memberikan catatan terhadap program pemerintah pusat bila terbukti tidak efektif, termasuk pada program Food Estate.
β€œ(Food estate) berhasil? Kita dukung. Tidak berhasil? Ya sama kan? Kemudian kita berikan catatan. Itulah kemudian cara pemerintahan yang sehat. Check and balances akan terjadi,” tuturnya.
Trending Now