'Gaslighting' Jadi Kata Paling Dicari di Kamus Online Merriam-Webster pada 2022

28 November 2022 19:10 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
'Gaslighting' Jadi Kata Paling Dicari di Kamus Online Merriam-Webster pada 2022
'Gaslighting' Jadi Kata Paling Dicari di Kamus Online Merriam-Webster Tahun 2022
kumparanNEWS
Potret kamus bahasa Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Potret kamus bahasa Foto: Getty Images
'Gaslighting' menjadi Word of the Year atau kata bahasa Inggris yang paling dicari di kamus daring Merriam-Webster sepanjang 2022.
Pencarian kata tersebut melalui merriam-webster.com meningkat hingga 1.740 persen pada 2022 dibandingkan pada 2021.
Satu peristiwa besar umumnya mendorong lonjakan rasa ingin tahu tentang suatu kata, tetapi tidak demikian dengan kata pilihan ini.
Pasalnya, gaslighting menjalar secara luas. Gaslighting ada dalam berita palsu, web gelap, deepfake, hingga aksi troll di internet.
"Itu adalah kata yang muncul begitu cepat dalam bahasa Inggris, dan terutama dalam empat tahun terakhir, yang benar-benar mengejutkan saya dan banyak dari kita," terang editor Merriam-Webster, Peter Sokolowski, dikutip dari The Associated Press, Senin (28/11).
"Itu adalah kata yang sering dicari setiap hari sepanjang tahun," sambung dia.
Merriam-Websterโ€”yang mencatat seratus juta page view per bulanโ€”memilih kata tahunan hanya berdasarkan data. Tim Sokolowski menyaring kata-kata yang paling sering dicari untuk mengukur pencarian kata yang meningkat paling signifikan selama setahun.
Mereka tidak menyelidiki alasan orang mencari kata-kata ini. Seseorang bisa jadi hanya memeriksa ejaan atau definisi sebuah kata hingga menelusuri inspirasi atau motivasi.
Ivan Lanin. Foto: Instagram/@ivanlanin
'Gaslighting' belum memiliki padanan resmi dalam bahasa Indonesia.
"Tampaknya [gaslighting] belum ada padanan spesifik. Padanan generiknya 'manipulasi psikologis'," cuit pegiat bahasa Indonesia, Ivan Lanin, di Twitter pada 2019.
Definisi utama Merriam-Webster untuk gaslighting adalah manipulasi psikologis terhadap seseorang yang biasanya terjadi dalam jangka waktu lama.
Pelaku akan menyangkal, memanipulasi, membantah, membohongi korban untuk melemahkan percaya dirinya. Alhasil, korban mulai mempertanyakan ingatan, sudut pandang, hingga kewarasan mereka.
"[Gaslighting] menyebabkan korban mempertanyakan kebenaran pemikiran, persepsi realitas, atau ingatan mereka sendiri dan biasanya menyebabkan kebingungan, kehilangan kepercayaan diri dan harga diri, ketidakpastian stabilitas emosi atau mental seseorang, dan ketergantungan pada pelaku," tulis situs Merriam-Webster.
Ilustrasi Teman Toxic Foto: Shutterstock
Walau baru naik daun, gaslighting sudah ada sejak 80 tahun yang lalu dalam drama berjudul "Gas Light" karya Patrick Hamilton pada 1938.
Istilah ini kemudian digunakan praktisi kesehatan mental untuk menggambarkan bentuk kontrol abusif berkepanjangan dalam hubungan yang kasar (abusive relationship).
"Ada siratan penipuan yang disengaja," kata Sokolowski.
"Begitu seseorang menyadari penipuan itu, bukan hanya kebohongan langsung, seperti, 'saya tidak makan kue di toples'. Gaslighting memiliki kualitas yang sedikit lebih licik. Mungkin memiliki gagasan tentang strategi atau rencana jangka panjang," lanjut dia.
'Gaslighting' menghabiskan sepanjang tahun ini mendekam dalam daftar 50 kata paling dicari sebelum dinobatkan Word of The Year 2022. Kata yang mengambil posisi tersebut tahun lalu adalah 'vaksin'.
Ilustrasi kamus. Foto: Melly Meiliani/kumparan
Berikut adalah sepuluh kata paling dicari di Merriam-Webster pada 2022 di samping Gaslighting:
1. Oligarch atau oligarki yang pencariannya didorong invasi rusia ke Ukraina sejak 24 Februari.
2. Omicron yang merupakan varian COVID-19 dan huruf ke-15 alphabet Yunani.
3. Codify atau mengodifikasikan yang berarti menyusun peraturan sehingga menjadi kitab perundang-undangan.
4. Queen consort atau permaisuri, seperti istri Raja Charles III, Camilla.
5. Raid atau penggerebekan, seperti kala FBI yang menggeledah rumah mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
6. Sentient atau kesadaran yang pencariannya didorong insinyur Google yang mengeklaim sebuah sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence) sudah memiliki kesadaran layaknya manusia.
7. Cancel culture yang berarti budaya penolakan atau boikot.
8. LGBTQIA yang merujuk pada lesbian, gay, biseksual, transgender, queer, intersex, dan aseksual, aromantic atau agender.
9. Loamy yang berarti liat.
Trending Now