Geger Ikan Teri Berlompatan di Pantai Selatan DIY, Ini Penjelasan Pemda
22 September 2021 11:49 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Geger Ikan Teri Berlompatan di Pantai Selatan DIY, Ini Penjelasan Pemda
Geger Ikan Teri Berlompatan di Pantai Selatan DIY, Ini Penjelasan Pemda.kumparanNEWS

Sebuah video ikan teri bertebaran di pinggir pantai selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) viral di media sosial. Dalam video tersebut, gerombolan teri berlompatan hingga tampak seperti beterbangan.
Kabid Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Catur Nur Amin menjelaskan bahwa video tersebut diambil pada Selasa (21/9) kemarin oleh nelayan di Laguna Pantai Trisik, Kabupaten Kulon Progo.
"Itu ikan teri nama latinnya Stelephorus Sp. Nelayan di sini menyebutnya teri juwi," kata Catur ditemui di kantornya di wilayah Terban, Kota Yogyakarta, Rabu (22/9).
Catur menjelaskan fenomena ikan bertebaran di pantai selatan ini adalah fenomena yang kerap terjadi di pergantian musim atau pancaroba.
Setidaknya ada tiga kemungkinan yang jadi penyebab. Tidak hanya di Trisik fenomena itu juga terjadi di pantai selatan Gunungkidul yaitu Pantai Wediombo.
"Ada tiga kemungkinan yang pertama itu karena suhu. Perubahan suhu kan sekarang pancaroba sehingga terjadi perubahan suhu air laut sementara ikan teri cari suhu yang nyaman dan di darat lebih hangat jadi menuju ke arah daratan," katanya.
Kemudian kemungkinan yang kedua, saat gerombolan teri ini berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dia dikejar oleh predator misalnya ikan layur. Hal itu membuat gerombolan terpecah dan menuju ke pantai.
"Kemungkinan kedua saat berpindah ke tempat lain bergerombol kemudian ada predator misalnya layur mengejar dia. Pecah sebagian lari ke darat. Sementara yang lain ke tempat lain," bebernya.
Selanjutnya, kemungkinan ketiga bisa saja gerombolan ikan teri ini terkena gelombang. Dengan begitu gerombolan menjadi terpecah ada sebagian ke daratan.
"Karena gelombang besar gerombolan dia terpecah juga ke darat. Jadi itu tiga kemungkinan itu pantai selatan Jogja bermunculan ikan teri," jelasnya.
Sebenarnya fenomena ini tidak luar biasa karena sering terjadi saat pancaroba. Hanya karena saat ini era medsos, informasi ini cepat tersebar.
"Tidak luar biasa karena tiap tahun seperti itu. Dan apa namanya sekarang medsos sudah banyak sehingga terekspos," ujarnya.
Teri bertebaran di pantai selatan ini biasanya terjadi selama 3 hari. Pada malam harinya, teri merapat ke daratan karena mencari cahaya. Sementara pada siang harinya, teri kembali ke tengah lautan.
"Teri sifatnya mengejar cahaya. Sehingga kaya di pelabuhan itu cahayanya banyak lampu sehingga menuju ke pelabuhan bisa sampai pagi masih ada," ujarnya.
"Pada saat siang cahaya menyebar itu akan pergi. Fenomena bisa sampai tiga hari," katanya.
