Gendang Telinga Korban Ledakan SMAN 72 Jakut Bolong, Akan Diendoskopi-Audiometri

11 November 2025 14:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gendang Telinga Korban Ledakan SMAN 72 Jakut Bolong, Akan Diendoskopi-Audiometri
Direktur Utama RSI Cempaka Putih, Pradono Handojo, menyebut para korban ledakan di SMAN 72 Jakarta yang masih dirawat di RSI Cempaka Putih menderita gangguan pendengaran hingga 90 persen.
kumparanNEWS
Direktur Utama RSI Cempaka Putih dr. Pradono Handojo di RSI Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama RSI Cempaka Putih dr. Pradono Handojo di RSI Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Direktur Utama RSI Cempaka Putih, Pradono Handojo, menyebut para korban ledakan di SMAN 72 Jakarta yang masih dirawat di RSI Cempaka Putih menderita gangguan pendengaran hingga 90 persen.
Sebagai tindak lanjut, tim dokter THT akan melakukan pemeriksaan audiometri dan endoskopi telinga para korban yang bolong. Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan kondisi lubang gendang telinga yang dialami korban.
"Saya ingin merevisi ini karena sebelumnya dikatakan masalah gangguan pendengaran sekitar 75 persen tapi ternyata lebih dari 90 persen ada gangguan pada pendengaran karena trauma akustik ya, akibat suara yang dahsyat yang keluar dari sana (ledakan)," kata dia di RSI Cempaka Putih pada Selasa (11/11).
"Sekarang sedang dilakukan pemeriksaan yang menyeluruh termasuk di situ adalah pemeriksaan audiometri kemudian juga pemeriksaan endoskopi telinga dan untuk dilakukan foto ya, bagaimana kondisi perforasi atau bolong pada gendang telinga," imbuhnya.
Pradono menambahkan, pemeriksaan terhadap telinga begitu diperlukan karena telinga menjadi bagian penting yang akan menentukan masa depan korban. Menurutnya, bisa saja, di antara para korban ada yang bercita-cita menjadi pilot atau anggota TNI di masa depan.
"Selaput gendang telinga yang bagus itu membuat peluang anak-anak kita bisa menjadi pilot bisa menjadi TNI atau profesi-profesi yang lain yang mungkin akan tertutup apabila kondisi ini tidak segera diperbaiki," ujar dia.
Jurnalis memotret korban ledakan SMA 72 yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (7/11/2025). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO
Adapun situasi terkini, kata Pradono, total terdapat 11 korban yang masih dirawat di RSI Cempaka Putih.
Dari angka tersebut, satu korban masih dirawat intensif di ruang ICU, sedangkan sisanya dirawat inap. Korban yang berada di ruangan ICU kondisinya disebut masih begitu memprihatinkan.
"Saat ini (korban di ruangan ICU) penanganannya dilakukan secara multidisipliner," kata dia.
"Kondisinya saat ini sudah bisa merespons dan sedang dilakukan tindakan-tindakan termasuk rencana untuk kemungkinan dilakukan skin grafting ya untuk luka bakar yang terjadi pada bagian muka dan bagian yang lainnya," lanjut dia.
Trending Now