Gubernur Bali Usai Retreat di IPDN: Kasurnya Kutuan, Tak Layak

26 Juni 2025 20:29 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Bali Usai Retreat di IPDN: Kasurnya Kutuan, Tak Layak
Gubernur Bali Wayan Koster menceritakan pengalamannya menginap di IPDN saat retreat kepala daerah gelombang kedua.
kumparanNEWS
Gubernur Bali Wayan Koster di Kantor DPRD Bali, Senin (14/4/2025). Foto: Denita BR Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Bali Wayan Koster di Kantor DPRD Bali, Senin (14/4/2025). Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Sebanyak 86 kepala selesai menjalani retreat gelombang kedua yang dilaksanakan di Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Para kepala daerah menceritakan pengalamannya menginap selama lima hari di sana. Salah satunya adalah Gubernur Bali I Wayan Koster.
Menurutnya, kondisinya sangatlah tidak layak. Kasur-kasur yang menjadi alas tidur mereka banyak kutu. Selain itu, permukaan kasur cukup keras sehingga bikin badan pegal-pegal jika tidak terbiasa.
β€œTadi kami sempat diajak berkunjung ke masing-masing mes. Karena mes ini dulu 27 provinsi dibangun oleh masing-masing pemerintah provinsinya pada tahun 1990-an,” tutur Wayan usai mengikuti retreat kepala daerah, Kamis (26/6).
β€œSekarang kondisinya sudah sangat rusak. Bahkan tempat tidur dan kasurnya itu sudah kutuan. Betul-betul tidak layak. Jadi ini sudah harus segera direhabilitasi,” tambahnya.
Selain kondisi kamar yang tak layak, Wayan mengatakan, standar makanan dan minuman untuk para peserta IPDN perlu diperbaiki.
β€œKemudian, makannya menurut saya itu merupakan makanan standar minimum. Jadi yang sebenarnya itu perlu kita perbaiki kualitasnya terutama untuk Praja IPDN,” ucapnya.
Terakhir, Wayan juga mengeluhkan sound system di aula IPDN yang kurang terdengar. Katanya, para kepala daerah sudah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk melakukan perbaikan.
β€œJadi sebenarnya yang punya kebutuhan itulah daerah, daerah yang sepatutnya bertanggung jawab untuk men-support penuh agar fasilitasnya di sini semuanya layak. Itu yang akan segera kami sikapi supaya kalau bisa di APBD 2026 atau paling lambat 2027 itu sudah bisa direncanakan dan dianggarkan dalam APBD,” pungkasnya.
Trending Now