Gus Ipul Bicara Dampak Nyata Sekolah Rakyat: Kesehatan dan Akademik Siswa Naik

11 Januari 2026 13:53 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gus Ipul Bicara Dampak Nyata Sekolah Rakyat: Kesehatan dan Akademik Siswa Naik
Sekolah Rakyat merupakan program gagasan Presiden Prabowo Subianto yang dijalankan oleh Kementerian Sosial.
kumparanNEWS
Mensos, Gus Ipul tinjau persiapan peresmian Program Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (11/1/2026). Foto: Luthfi Humam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mensos, Gus Ipul tinjau persiapan peresmian Program Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (11/1/2026). Foto: Luthfi Humam/kumparan
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memaparkan perkembangan fisik dan akademis para siswa Sekolah Rakyat (SR) menjelang peresmian program tersebut oleh Presiden Prabowo Subianto. Hasil evaluasi itu akan menjadi bagian dari laporan kepada Presiden.
Gus Ipul menyebutkan, kondisi fisik siswa Sekolah Rakyat menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal ini didukung oleh sistem pendidikan berasrama dengan pemenuhan gizi yang terkontrol.
β€œSaya juga perlu sampaikan dari sisi kesehatan siswa. Karena siswa di sini pendidikannya 24 jam, kemudian makanannya cukup bergizi, pertumbuhannya menjadi sangat baik untuk fisiknya. Jadi kesehatan-kesehatannya meningkat, anemia menurun,” ujar Gus Ipul kepada wartawan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (11/1).
Mensos, Gus Ipul tinjau persiapan peresmian Program Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (11/1/2026). Foto: Luthfi Humam/kumparan
Ia mengungkapkan, salah satu indikator peningkatan fisik siswa terlihat dari ukuran seragam sekolah yang mulai tidak muat.
β€œDan bahkan sebagian di antara siswa-siswa Sekolah Rakyat ini seragamnya sudah tidak cukup. Ini menunjukkan ada perkembangan yang sangat baik dari sisi kesehatan,” jelasnya.
Selain aspek fisik, Gus Ipul juga menyoroti perkembangan akademis siswa. Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak menerapkan tes akademik saat penerimaan siswa. Namun melalui metode pembelajaran khusus, siswa mampu mengejar ketertinggalan akademik dalam waktu relatif singkat.
β€œAda juga anak yang kelas 1 SMA tapi belum bisa baca, bahkan belum bisa menulis. Mereka ini mendapatkan bimbingan khusus, dan dalam waktu tiga sampai empat bulan mereka sudah mulai lancar membaca. Bahkan mereka juga meminta buku-buku novel karena ingin mengejar ketertinggalannya itu dengan semangat yang sangat kuat,” paparnya.
Siswa bersiap menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto dalam acara peluncuran program Sekolah Rakyat di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (10/1/2025). Foto: Dok. Kemensos RI
Siswa bersiap menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto dalam acara peluncuran program Sekolah Rakyat di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (10/1/2025). Foto: Dok. Kemensos RI
Gus Ipul menambahkan, peningkatan tersebut juga dibarengi dengan perubahan karakter dan kedisiplinan siswa. Hal itu diketahui dari laporan orang tua saat siswa menjalani libur semester.
β€œKami banyak dapat laporan dari para orang tuanya ketika kemarin mereka kembali ke rumah pada masa libur. Ada sesuatu yang membuat orang tua bangga; anaknya lebih disiplin, bangun pagi, tidak menyendiri, dan lebih optimis serta bersemangat,” ungkapnya.
Sekolah Rakyat merupakan program gagasan Presiden Prabowo Subianto yang dijalankan oleh Kementerian Sosial untuk menjangkau keluarga desil 1 dan 2. Program ini menerapkan sistem pendidikan berasrama dengan pendampingan penuh selama 24 jam.
Trending Now