Gus Ipul soal Polemik PBNU: Kita Serahkan kepada Ulama dan Kiai
3 Desember 2025 13:38 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
Gus Ipul soal Polemik PBNU: Kita Serahkan kepada Ulama dan Kiai
Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengatakan, masalah terkait PBNU diserahkan kepada ulama.kumparanNEWS

Saifullah Yusuf kembali diminta tanggapan terkait polemik di internal PBNU. Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini sebelumnya menjabat Sekjen PBNU namun, digeser menjadi Ketua PBNU bidang Pendidikan, Hukum, dan Media.
Gus Ipul mengatakan, masalah terkait PBNU diserahkan kepada ulama. Ia meyakini apa pun keputusan dari para kiai sudah berdasarkan pertimbangan matang.
"Yang PBNU. Jadi gini ya, ini ini karena kamu tanya, ya. Sebenarnya saya sih belum mau ngomong sebenarnya, tapi kamu mau tanya, intinya begini. Kalau sudah NU, itu kita serahkan ke ulama," kata Gus Ipul kepada wartawan di Jakarta. Rabu (3/12).
"Karena ini Nahdlatul Ulama, kita serahkan kepada para ulama. Ya, tentu para ulama mengambil keputusan berdasarkan juga nilai-nilai agama. Itu saja. Jadi kami ikut keputusan ulama," tambah dia.
Isu Auditor Internal PBNU Mundur
Gus Ipul yang juga menjabat Mensos ini juga diminta tanggapan mengenai Akuntan Publik Gatot Permadi, Azwir dan Abimail (GPAA) yang mundur sebagai auditor internal PBNU. Gus Ipul tidak ingin berspekulasi.
"Saya enggak mau ikut spekulasi. Saya enggak mau ikut spekulasi, saya enggak mau ikut kena isu sana isu sini, ya kan," kata Gus Ipul.
Menurutnya, masalah internal PBNU akan terjawab seiring berjalannya waktu. Dirinya menyerahkan sepenuhnya hal ini kepada kiai NU.
"Nanti akan dibantah oleh fakta. Jadi nanti akan membantah ini semua adalah mana yang ilusi, mana yang cuma hanya sekadar isu yang dikembangkan, tidak sesuai dengan fakta, atau juga mungkin hal-hal lain yang sengaja untuk memfitnah gitu. Menurut saya, itu semua akhirnya waktu akan menjawab. Ya kan. Jadi kalau ada yang seperti itu, saya enggak mau ngomongin. Kita serahkan kembali kepada para ulama, para kiai ya," kata Gus Ipul.
Sebelumnya Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menegaskan Yahya Cholil Staquf bukan lagi Ketua Umum PBNU. Hal itu berdasarkan hasil keputusan risalah rapat Syuriyah PBNU yang digelar pada 20 November.
βBahwa terhitung mulai tanggal 26 November 2025 pukul 00:45 WIB Kiai Yahya Cholil Staquf tidak lagi berstatus sebagai ketua umum PBNU. Sehingga tidak berhak menggunakan atribut dan tidak memiliki kewenangan sebagai ketua umum PBNU,β kata KH Miftachul kepada wartawan di PWNU Jatim, Sabtu (29/11).
Rais Aam merangkap jabatan selama belum ada keputusan ketua umum salah satu ormas Islam terbesar itu.
Namun Gus Yahya menegaskan, dirinya masih sah menjabat sebagai Ketua Umum PBNU, baik secara de jure maupun de facto.
Gus Yahya menjelaskan, berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU, jabatan Ketua Umum PBNU hanya dapat diganti melalui forum Muktamar atau Muktamar Luar Biasa, sehingga tidak bisa diberhentikan dengan mekanisme lain
βSecara de jure, berdasarkan AD/ART NU, saya tetap sebagai Ketua Umum PBNU dan tidak bisa diganti atau dimundurkan kecuali melalui forum Muktamar atau Muktamar Luar Biasa,β kata Gus Yahya.
