Hadramout Memanas, Kelompok Separatis Yaman Umumkan Referendum Kemerdekaan
3 Januari 2026 13:36 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Hadramout Memanas, Kelompok Separatis Yaman Umumkan Referendum Kemerdekaan
Kelompok separatis di Yaman mengumumkan referendum kemerdekaan dan transisi kemerdekaan akan berlangsung selama dua tahun.kumparanNEWS

Kelompok separatis di Yaman yang didukung Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan referendum kemerdekaan pada Jumat (2/1). Presiden Dewan Transisi Selatan (STC), Aidaros Alzubidi, mengatakan fase transisi kemerdekaan akan berlangsung selama dua tahun dan akan melibatkan dialog dengan Yaman utara yang dikuasai Houthi.
Namun, dia juga memperingatkan kelompoknya akan mendeklarasikan kemerdekaan segera jika tidak ada dialog atau jika Yaman selatan diserang lagi.
"Dewan meminta komunitas internasional untuk mendukung dialog antara pihak-pihak yang terkait di utara dan selatan," kata Alzubidi dalam pernyataan di televisi, dikutip dari AFP, Sabtu (3/1).
"Deklarasi konstitusional ini akan dianggap segera berlaku dan langsung efektif sebelum tanggal tersebut (2 Januari 2028), jika seruan tersebut tidak diindahkan atau jika warga di selatan, tanah mereka, atau pasukan mereka menjadi sasaran serangan militer," lanjutnya.
Pasukan STC merebut sebagian besar wilayah Hadramout yang berbatasan dengan Arab Saudi dan provinsi Al-Mahra di perbatasan Oman dalam serangan yang sebagian besar tidak mendapat perlawanan bulan lalu.
Arab Saudi dan Uni Emirat Arab selama bertahun-tahun mendukung faksi-faksi yang bersaing di wilayah pemerintahan Yaman yang terpecah belah. Arab Saudi mendukung pemerintahan yang sah yang diakui dunia internasional.
Serangan STC membuat Riyadh marah dan membuat kekuatan di wilayah Teluk berselisih.
Pengumuman referendum kemerdekaan ini dilakukan di tengah konflik yang memanas di Hadramout dan Al-Mahrah. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab bersitegang atas perebutan wilayah oleh STC.
Yaman yang sempat terpisah menjadi utara dan selatan dari 1967 hingga 1990 bisa saja kembali terpecah dalam dua tahun jika rencana kemerdekaan STC terwujud. Jika terwujud, negara baru itu akan disebut sebagai "Arab Selatan".
Sementara itu, menyikapi konflik di Hadramout tersebut, Indonesia menekankan pentingnya penyelesaian damai melalui dialog politik yang inklusif dan komprehensif di bawah koordinasi PBB, dengan menghormati pemerintahan Yaman yang sah serta integritas teritorialnya.
