Haikal Hasan Hadiri Kazan Forum 2025 , Bicara Pentingnya Standar Halal Global
17 Mei 2025 12:58 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
Haikal Hasan Hadiri Kazan Forum 2025 , Bicara Pentingnya Standar Halal Global
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, bicara pentingnya standar halal global.kumparanNEWS

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, bicara pentingnya standar halal global. Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam gelaran internasional βRussia β Islamic World: Kazan Forum 2025β yang berlangsung pada 13β18 Mei 2025 di Kazan, Republik Tatarstan, Federasi Rusia.
Dalam forum tersebut, sekitar 120 sesi tematik membahas berbagai topik, termasuk industri halal, pembiayaan berbasis kemitraan, pariwisata, transportasi, dan lainnya.
Forum tersebut bertujuan untuk memperkuat hubungan perdagangan, ekonomi, ilmiah, teknis, pendidikan, sosial, dan budaya antara Rusia dan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) serta non-anggota OKI.
Haikal menjadi narasumber dalam strategi industri halal dengan tema "Global Halal Economic Potential (Strategy to Create a Halal Ecosystem)".
Dalam kesempatan tersebut, Haikal Hasan menegaskan pentingnya kolaborasi internasional untuk menciptakan standar halal yang kredibel dan saling diakui.
Dia memaparkan pengalaman Indonesia dalam membangun ekosistem jaminan produk halal, dimulai melalui berdirinya lembaga halal di bawah otoritas pemerintah yaitu BPJPH melalui UU 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal, sampai dengan mengimplementasikan sistem informasi halal terintegrasi yang menyediakan layanan sertifikasi halal bagi dan dapat diakses, baik domestik maupun internasional (SIHALAL).
Menurut Haikal, konsep halal telah bertransformasi dari bukan hanya tentang agama, tetapi juga menjadi standar global untuk peradaban modern, kualitas, kesehatan, kebersihan, etika, kesejahteraan hewani, kepercayaan, dan keberlanjutan.
Dia menyebut, halal bukan lagi hanya kewajiban umat Islam, tetapi telah menjadi pilihan sadar masyarakat dunia karena menjanjikan produk yang aman, bersih, transparan, dan tepercaya.
"Saat ini kita memiliki perbedaan standardisasi halal di seluruh dunia, tapi kita bisa memulai untuk memiliki "mindset" standard halal global yang saling diakui oleh negara-negara anggota OKI. Kita harus memiliki pemikiran yang sama tentang ini, karena jika kita mau menjadi pemenang dalam halal industries, kita harus bersama-sama, tidak terpisah atau masing-masing," kata dia dalam keterangannya, Sabtu (17/5).
Haikal juga menjelaskan tentang bagaimana proses saling pengakuan dan keberterimaan Sertifikat Halal antara BPJPH dengan lembaga halal luar negeri (LHLN) negara lain, baik LHLN pemerintah maupun swasta.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi yang kuat dan sehat antarnegara anggota OKI untuk segera menyusun standar halal global tersebut, guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Kehadiran BPJPH dalam forum internasional ini disambut baik oleh berbagai pihak, termasuk pelaku industri halal global dan lembaga sertifikasi halal internasional.
"Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki visi untuk menjadi pusat produsen halal global. Melalui BPJPH, kami terus mendorong penguatan dan harmonisasi standardisasi halal agar produk halal semakin kompetitif di pasar internasional," ujar Haikal di hadapan peserta forum.
Selain menjadi narasumber, Haikal juga melakukan pertemuan bilateral dengan lembaga sertifikasi halal dari Arab Saudi, Rusia, serta negara-negara OKI lainnya. Pertemuan ini bertujuan memperluas kerja sama saling pengakuan sertifikasi halal (mutual recognition agreement) serta memperkuat jejaring industri halal global.
Pertemuan bilateral BPJPH dengan Saudi Halal Center, Arab Saudi, maupun RussAccreditation & RussQuality, Rusia, membahas tentang kelanjutan implementasi kerja sama (MoU) antara BPJPH dengan RussAccreditation yang telah ditandatangani pada acara Indonesia-Russia Joint Commission on Trade Economic & Technical Cooperation di gd. A. A Maramis II Kementerian Keuangan, 15 April 2025 lalu.
Kazan Forum 2025 menjadi momentum penting bagi BPJPH untuk memperkenalkan potensi besar Indonesia dalam industri halal, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis dalam pengembangan standar halal internasional.
