Harapan Itu Muncul dari Program Magang Nasional
5 Desember 2025 15:27 WIB
·
waktu baca 4 menit
Harapan Itu Muncul dari Program Magang Nasional
Arul merasa magang nasional ini mengubah jalan hidupnya. Dia mendapat pengalaman berharga, ekonomi keluarga juga terbantu dan yang pasti koneksinya bertambah luas.kumparanNEWS

Muhamad Gofahrul Ikhsan melangkah masuk ke gedung Office 8, Senopati, Jakarta Selatan Senin pagi, 25 November 2025. Pemuda berusia 22 tahun itu resmi memulai magang enam bulannya di Hasnur Group Indonesia.
Bagi Arul sapaan akrabnya, hari itu bukan sekadar hari pertamanya bekerja, tetapi hari ketika seorang anak dari Cibubur merasakan hidupnya kembali bergerak.
“Sempat merasa ini peluang terakhir,” kata Arul.
“Sebelumnya apply ke mana-mana, enggak ada kabar. Pernah ada perusahaan reach out, tapi ternyata alamatnya enggak ada. Di Google Maps cuma kebon kosong,” kata pemuda lulusan Psikologi yang baru wisuda Oktober 2025 itu.
Ia tertawa kecil mengingatnya, meski jelas rasa was-was yang dulu ia simpan masih membekas.
Di tengah banyaknya kabar PHK, gelombang fresh graduate, dan kompetisi dengan pekerja berpengalaman, Arul sempat merasa harapan bekerja makin menjauh. Ia sudah minder duluan sebelum sempat memulai. Hingga ia menemukan Magang Nasional.
“Pas lihat daftar perusahaannya, kaget banget. Banyak, gede-gede. Dari bank sampai tambang. Baru rasanya ada pintu (harapan) kebuka,” ujarnya.
Dikutip dari website Kemnaker, Magang Nasional merupakan salah satu kebijakan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjembatani lulusan baru perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata dunia usaha dan industri, sekaligus memperkuat kesiapan tenaga kerja muda Indonesia memasuki pasar kerja.
Inisiatif ini digagas untuk mengatasi tantangan ketenagakerjaan dan mempercepat penyerapan tenaga kerja muda.
Program Magang Nasional diluncurkan sebagai upaya pemerintah Indonesia untuk menekan angka pengangguran, terutama di kalangan lulusan baru, dengan memberikan pengalaman kerja langsung selama 6 bulan dan meningkatkan kesiapan kerja mereka untuk masuk dunia kerja.
Target program ini adalah lulusan baru, maksimal 1 tahun sejak kelulusan dari jenjang Diploma (D3/D4) atau Sarjana (S1). Ditargetkan untuk menyerap ratusan ribu peserta dari seluruh Indonesia dengan menggandeng ratusan perusahaan mitra di berbagai sektor kementerian dan lembaga pemerintah.
Setiap peserta menjalani magang intensif selama 6 bulan. Dilaksanakan dalam beberapa gelombang (batch) setiap tahunnya.
Magang Demi Masa Depan, Bukan Sekadar Status
Bagi Arul, magang bukan pelarian, bukan pula aktivitas iseng mahasiswa yang ingin mencicipi dunia kerja. Sejak masih kuliah, ia sudah memandang pengalaman kerja sebagai modal bertahan hidup.
“Dari awal aku tahu nyari kerja itu bakal susah banget. Jadi harus punya pengalaman duluan,” ujarnya.
Arul sudah pernah magang sebelumnya. Dari sana ia belajar satu hal: bahwa pengalaman kerja bukan hanya menambah nilai CV, tapi juga membantu dirinya menanggung kebutuhan keluarga.
“Lumayan buat jajan, terus bisa ngasih ke mama sama adik,” katanya.
Kali ini, lewat Magang Nasional Batch 2, ia ditempatkan di divisi Knowledge Management Hasnur Group Indonesia. Di perusahaan yang ia sebut punya “lingkungan kerja paling religius dan suportif yang pernah ia lihat”, Arul merasa kembali percaya diri setelah sempat goyah melihat banyaknya perusahaan yang melakukan layoff.
“Rasanya kayak, oh ternyata aku bisa ya diterima di perusahaan besar,” ucapnya.
Besarnya Dukungan Keluarga
Kekuatan terbesar Arul ada pada keluarganya. Ayahnya adalah driver taksi online dengan mobil sewaan. Kadang pulang, kadang tidak, bergantung target harian. Tapi setiap ada kabar penting, Ayahlah orang pertama yang menghubungi.
“Pas aku diterima magang, suaranya bergetar. Ayah sampai nawarin mau nganter atau jemput kalau lewat area situ,” katanya.
Begitupun dengan ibunda, lewat doanya, ibunda Arul seakan hadir menemani hari-hari Arul. Saat Arul mengabarkan ia diterima magang di Hasnur Group, reaksi ibunda sesederhana namun begitu membekas di hati. Saat itu ibunda yang sedang menyapu langsung membuang sapu dan memeluk anak laki-lakinya erat.
“Mama lihat langsung proses aku dari apply, interview, sampai nunggu jawaban. Jadi pas keterima, itu kayak lega buat kami berdua,” katanya.
Setiap hari, Ibunda menyiapkan bekal dan menunggu Arul pulang selamat sampai di rumah lalu makan malam bersama.
“Kadang adik sampai nunda makan biar makan bareng aku. Aku beruntung banget punya keluarga kayak ini,” ucapnya lirih.
Magang Nasional yang Mengubah Jalan Hidup
Arul merasa magang nasional ini mengubah jalan hidupnya. Dia mendapat pengalaman berharga, ekonomi keluarga juga terbantu dan yang pasti koneksinya bertambah luas.
“Enggak cuma aku. Banyak banget yang mungkin hidupnya lebih sulit dari aku, mereka juga kebantu,” ucapnya.
Ia tahu betul rasanya menjadi fresh graduate yang nyaris kehilangan arah. Maka ia percaya, kehadiran Magang Nasional bukan sekadar memberi tempat magang, melainkan membuka jalan hidup.
“Tanpa MagangHub (Magang Nasional) mungkin aku enggak bakal ketemu lingkungan kerja yang baik kayak di Hasnur,” ujarnya.
Setiap hari, Arul menempuh perjalanan dari Cibubur ke Senopati untuk bekerja. Jauh, macet, melelahkan, tetapi baginya hari-hari itu adalah bukti bahwa ia sudah melangkah lebih maju ke arah lebih baik. Sambil bekerja, dia bisa belajar, menabung, dan menyiapkan masa depannya.
