Hari Pembebasan Suriah: Al-Sharaa Imami Salat Subuh di Umayyah, Baca An-Nasr

8 Desember 2025 14:19 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hari Pembebasan Suriah: Al-Sharaa Imami Salat Subuh di Umayyah, Baca An-Nasr
Hari ini, Presiden Ahmed Al-Sharaa memimpin peringatan dengan menjadi imam salat Subuh di Masjid Umayyah, Damaskus.
kumparanNEWS
Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa memimpin salat subuh di Masjid Umayyah, Senin (8/12/2025). Foto: X/ @SyPresidency
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa memimpin salat subuh di Masjid Umayyah, Senin (8/12/2025). Foto: X/ @SyPresidency
Hari Senin, 8 Desember 2025 genap setahun Suriah terbebas dari rezim Al-Assad yang memerintah dengan tangan besi selama setengah abad. Hari itu pun diperingati sebagai Hari Pembebasan.
Perayaan Hari Kebebasan oleh rakyat Suriah sudah mulai digelar sejak pekan lalu.
Hari ini, Presiden Ahmed Al-Sharaa memimpin peringatan dengan menjadi imam salat Subuh di Masjid Umayyah, Damaskus.
Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa tiba di Masjid Umayyah, Senin (8/12/2025). Foto: X/ @SyPresidency
Masjid Umayyah adalah salah satu masjid paling bersejarah dan paling tua di dunia Islam, dibangun pada awal abad ke-8 oleh Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik dari Dinasti Umayyah.
Sharaa tiba dengan baju yang sama dengan yang dipakainya setahun lalu — saat dia datang di Masjid Umayyah untuk memimpin salat fardu dan menyampaikan pidato kemenangannya atas Bashar Al-Assad yang telah kabur ke Rusia.
Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa berpidato di mimbar Masjid Umayyah, Senin Foto: X/ @SyPresidency
Saat itu, Al-Sharaa yang memimpin kelompok islamis Hay'at Tahrir al-Sham (HTS) berhasil menumbangkan Assad dalam serangan kilat, tanpa perlawanan berarti. Kala itu, dia masih memakai nama perjuangannya, Abu Muhammad Al-Julani.
Sementara itu, sebelum salat Subuh pagi tadi, sejak malam suara takbir bergema di Masjid Umayyah maupun di seantero negeri, menyambut peringatan Hari Pembebasan.
Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa berpidato di mimbar Masjid Umayyah, Senin (8/12/2025). Foto: X/ @SyPresidency
Adapun saat menjadi imam salat Subuh, salah satu surah pendek yang dibaca Al-Sharaa adalah An-Nasr (Pertolongan/Kemenangan).
Ayat pertama surah itu berbunyi “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan….”
Setelah memimpin salat, Al-Sharaa menuju mimbar yang cukup tinggi. Dia menapaki tangga kayu itu satu per satu lalu berpidato. Pidatonya berisi ucapan syukur atas kemenangan yang dicapai, seruan untuk persatuan, dan janji untuk membangun kembali Suriah.
Jemaah salat Subuh di Masjid Umayyah, Senin (8/12/2025). Foto: X/ @SyPresidency
Mengutip pernyataan Kantor Presiden Suriah, Al-Sharaa mengungkapkan rasa bangga atas kekuatan warga Suriah dan berakhirnya masa sulit yang telah dilalui negara tersebut.
Al-Shara menekankan, fase saat ini menuntut penyatuan anak bangsa untuk membangun Suriah yang kuat, mengkonsolidasikan stabilitas, menjaga kedaulatannya, dan meraih masa depan yang layak atas pengorbanan rakyat.
Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa berpidato di mimbar Masjid Umayyah, Senin (8/12/2025). Foto: X/ @SyPresidency
“Kami akan membangun kembali Suriah dan menyatukannya dari utara ke selatan, dan dari timur ke barat, insyaallah,” kata Al-Sharaa.
“Kami akan membangun kembali Suriah melalui ketaatan kepada Allah Swt dengan mendukung yang tertindas dan menegakkan keadilan di antara rakyat,” tambahnya.

Sekilas Suriah

Mantan Presiden Suriah Hafez al-Assad. Foto: Marwan Naamani / AFP
Rezim Assad sejak 1970 dikenal otoriter dan mempertahankan kekuasaan lewat kontrol ketat militer–intelijen serta penindasan oposisi. Hal ini memicu lahirnya kelompok-kelompok perlawanan bersenjata.
Penindasan oposisi dilanjutkan oleh Bashar Al-Assad, anak Hafez.
Hingga pada 2011 pecah perang saudara yang menyebabkan krisis kemanusiaan dahsyat. Kebijakan represif Assad telah merenggut nyawa lebih dari 500.000 orang dan memaksa lebih dari 13 juta warga Suriah mengungsi.
Presiden Bashar Al-Assad di Aleppo pada 9/7/2022 bersama istrinya, Asma, dan tiga anaknya. Dari kiri ke kanan: Zeina, Bashar, Asma, Karim, Hafez. Foto: syrianpresidency
Rinciannya, sekitar 6,7 juta menjadi pengungsi di luar negeri, sementara jutaan lainnya menjadi pengungsi di dalam negeri karena kehilangan tempat tinggal.
Kekejaman rezim ini membuat Suriah dijauhi di pergaulan internasional. Praktis, Suriah hanya bersekutu dengan Rusia dan Iran.
Di tengah kekacauan perang saudara, muncul HTS yang dipimpin Abu Muhammad al-Julani (nama asli Ahmad Hussein al-Sharaa). HTS adalah kelompok jihad yang menjadi kekuatan dominan di Idlib dan sering dijadikan alasan oleh rezim untuk membingkai oposisi sebagai teroris.
Hingga pada 8 Desember 2024, HTS dkk berhasil menggulingkan Bashar Al-Assad dengan mudah. Hari itu juga diperingati sebagai Hari Pembebasan Suriah.
Trending Now