Hasil Autopsi WN China Tewas di Hostel di Bali: Iritasi Saluran Pencernaan

24 November 2025 15:19 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hasil Autopsi WN China Tewas di Hostel di Bali: Iritasi Saluran Pencernaan
RSUP Prof IGNG Ngoerah mengungkap hasil autopsi backpacker asal China, Deqing Zhuoga (perempuan, 25 tahun), yang ditemukan tewas di kamar Clandestino Hostel Canggu, Bali, pada Selasa (2/9).
kumparanNEWS
Dokter Forensik RSUP Prof IGNG Ngoerah, dr. Kunthi Yulianti saat jumpa pers di Halaman Polres Badung, Senin (24/11/2025). Foto: Denita br Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Dokter Forensik RSUP Prof IGNG Ngoerah, dr. Kunthi Yulianti saat jumpa pers di Halaman Polres Badung, Senin (24/11/2025). Foto: Denita br Matondang/kumparan
RSUP Prof IGNG Ngoerah mengungkap hasil autopsi backpacker asal China, Deqing Zhuoga (perempuan, 25 tahun), yang ditemukan tewas di kamar ostel di Canggu, Bali, pada Selasa (2/9) sekitar pukul 11.00 WITA lalu.
Dokter Forensik RSUP Prof IGNG Ngoerah, dr. Kunthi Yulianti, mengatakan tidak bisa menyimpulkan penyebab kematian korban secara pasti. Namun, berdasarkan hasil autopsi, korban diduga meninggal karena mengidap penyakit iritasi saluran pencernaan.
"Saya menyimpulkan bahwa secara pasti sebab kematian ini memang masih abu-abu tapi secara pemeriksaan makroskopi saya dari autopsi bahwa sebab kematian karena iritasi saluran pencernaan yang menimbulkan diare dan mengakibatkan kekurangan cairan dan elektrolit tidak dapat disingkirkan," katanya saat jumpa pers di Halaman Polres Badung, Senin (24/11).
Dugaan mengalami penyakit iritasi saluran pencernaan ini terlihat dari hasil pemeriksaan jenazah yang menunjukkan adanya pelebaran pembuluh darah permukaan pada seluruh organ dan pembesaran beberapa kelenjar getah bening. Terutama di daerah antara usus dan lambung.
Suasana bagian depan Clandestino Hostel Canggu. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Ditemukan bercak-bercak pendarahan di selaput pembungkus hati, usus halus dan selaput lendir lambung. Pada lambung ditemukan cairan berwarna hitam kehijauan. Pada usus halus tidak ditemukan ada hasil pencernaan, sedangkan pada usus besar tidak ditemukan tinja.
Hasil pemeriksaan patologi anatomi menguatkan temuan telah terjadi pelebaran pembuluh darah pada hampir semua organ tubuh korban. Selain itu, tidak ditemukan hal yang spesifik pada kelenjar getah bening.
"Kemudian dari kelenjar getah bening yang kami ambil ternyata tidak ditemukan hal yang spesifik. Jadi hanya tanda peradangan kronis seperti itu saja," katanya.
Dokter telah menguji sampel darah, urine, cairan lambung, hati, paru dan ginjal untuk mendeteksi zat beracun pada tubuh korban. Dari hasil pemeriksaan toksikologi menunjukkan tidak ditemukan adanya zat-zat yang mengindikasikan korban meninggal karena keracunan.
"Jadi dari pemeriksaan toksikologinya semua dinyatakan tidak terdeteksi baik pestisida, sianida, arsen, narkoba sampai alkohol dan metanol. Saya juga tidak bisa mengarahkan kematian ini pada keracunan karena tidak ada buktinya," katanya.
Trending Now