Hasil Uji Lab Bakso yang Ditutup Satpol PP di Solo: Halal, Tidak Mengandung Babi
5 November 2025 13:07 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Hasil Uji Lab Bakso yang Ditutup Satpol PP di Solo: Halal, Tidak Mengandung Babi
Kepala Dispangtan Kota Solo, Wahyu Kristina, memastikan hasil uji laboratorium terkait bakso di Jalan Veteran, Gading, Kelurahan Joyosuran, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.kumparanNEWS

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Solo, Wahyu Kristina, memastikan hasil uji laboratorium terkait bakso di Jalan Veteran, Gading, Kelurahan Joyosuran, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo dipastikan halal. Selanjutnya bakso tersebut diperbolehkan buka kembali.
โHasil uji laboratorium sampel makanan bakso negatif (halal), tidak mengandung babi,โ ujar Wahyu, Selasa (4/11).
Ia mengatakan dengan hasil ini warung makan bakso boleh kembali berjualan. Namun demikian, karena belum diperkuat adanya bukti sertifikasi halal dan belum diurus pihaknya akan membantu pengurusan.
โSetelah ini boleh buka kembali. Tapi karena belum bersertifikat halal maupun kepengurusan legalitasnya belum, akan kami dampingi bersama Kemenag,โ kata dia.
Dia mengatakan pengurusan sertifikat halal langsung dikerjakan secara cepat untuk membantu mereka bisa berjualan halal dengan dasar kuat.
โPengurusan sertifikat halal kita percepat membantu mereka agar bisa cepat berjualan. Bagi usaha lainnya yang belum mengurus kita bantu,โ ucapnya.
Kepala Satpol PP Kota Solo, Didik Anggono, menyambut baik hasil tersebut. Namun demikian, ia mengaku belum secara resmi mendapatkan surat terkait kehalalan bakso tersebut.
โKami menunggu surat resmi hasil uji lab Dispangtan terkait kehalalan produk itu. Jika benar halal, segera buka lagi silakan,โ kata Didik.
Diberitakan sebelumnya, warga Solo dihebohkan dengan adanya informasi bahwa warung bakso yang berada di Jalan Veteran disebut non-halal. Kabar tersebut beredar luas di media sosial.
Hal tersebut bukan tanpa sebab. Masyarakat banyak yang terkejut karena warung bakso itu sudah berdiri sejak tahun 1990-an. Pelanggannya pun banyak yang muslim.
Adapun kabar non-halal itu tersebar melalui surat berkop Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Solo. Tak hanya di media sosial, tetapi juga banyak dibagikan di grup WhatsApp.
Setelah kabar ini viral, Satpol PP mendatangi warung bakso tersebut pada Senin (3/11). Kedatangan Satpol PP untuk menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi.
Satpol PP juga menutup sementara warung bakso tersebut sembari menunggu hasil uji laboratorium terhadap bakso tersebut, untuk membuktikan kehalalannya.
