Hidrogen 'Hijau' PT Samator Gas Batam: Transisi Energi Ramah Lingkungan

26 November 2025 13:21 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hidrogen 'Hijau' PT Samator Gas Batam: Transisi Energi Ramah Lingkungan
PT Samator Gas Industri Batam menegaskan kesiapannya untuk memasok kebutuhan hidrogen bagi sektor industri di Batam.
kumparanNEWS
Pabrik hidrogen PT Samator Gas Batam, Jumat (21/11/2025). Foto: Dok. PT Samator Gas
zoom-in-whitePerbesar
Pabrik hidrogen PT Samator Gas Batam, Jumat (21/11/2025). Foto: Dok. PT Samator Gas
PT Samator Gas Industri Batam menegaskan kesiapannya untuk memasok kebutuhan hidrogen bagi sektor industri di Batam. Berbeda dengan metode konvensional, perusahaan ini mengandalkan teknologi elektrolisis yang dinilai lebih ramah lingkungan dalam memproduksi hidrogen.
Deputy GM Production Plant PT Samator Gas Industri, Hery Juansyah, menjelaskan bahwa hidrogen yang dihasilkan di fasilitas Batam berasal dari proses pemisahan air menggunakan teknologi elektrolisis.
"Dibandingkan dengan cabang lain, cabang di Batam mempunyai produksi H2 (hidrogen) yang basisnya elektrolisis. Ini lebih ramah lingkungan dan masuk dalam kategori energi 'hijau'," ujar Hery saat ditemui di Batam.
Pabrik hidrogen PT Samator Gas Batam, Jumat (21/11/2025). Foto: Dok. PT Samator Gas
Pabrik hidrogen Samator di Batam merupakan pabrik ke-57 perusahaan yang mulai beroperasi sejak Oktober 2024 dan berpotensi menjadi yang pertama di Indonesia dengan teknologi elektrolisis air untuk menghasilkan hidrogen rendah karbon.
Hery memaparkan bahwa saat ini kapasitas produksi hidrogen di pabrik tersebut mencapai 60 normal meter kubik (Nmยณ) per jam. Jika diakumulasikan dalam satu hari, total produksi mencapai sekitar 1.300 Nmยณ.
Dari total kapasitas tersebut, tingkat utilisasi atau pemakaian saat ini baru menyentuh angka 60 persen.
"Artinya, kami masih memiliki sisa kapasitas sekitar 40 persen yang siap digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri di tahun-tahun berikutnya," tambah Hery.
Saat ini, serapan hidrogen tersebut didominasi oleh PT Infineon yang menyerap sekitar 40 persen produksi, sementara PT Synergy Oil Nusantara menggunakan sekitar 20 persen.
Pabrik hidrogen PT Samator Gas Batam, Jumat (21/11/2025). Foto: Dok. PT Samator Gas
Beroperasi sejak tahun 2014, pabrik PT Samator Gas Industri Batam menjamin standar keamanan yang ketat. Hery memastikan seluruh fasilitas telah dilengkapi sistem proteksi mutakhir.
"Kami punya sensor proteksi di setiap unit. Selain itu, seluruh operator juga sudah dibekali pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta sertifikasi kompetensi khusus untuk mengoperasikan hidrogen," jelasnya.
Selain fokus pada hidrogen "hijau", PT Samator Gas Industri Batam yang didukung oleh 75 tenaga kerja ini juga mengoperasikan Air Separation Plant (ASP). Fasilitas ini memproduksi oksigen, nitrogen, dan argon melalui proses pendinginan udara hingga mencapai kondisi kriogenik.
Kapasitas produksi ASP tercatat cukup besar, meliputi:
Distribusi produk gas ini telah menyebar luas di Batam. Oksigen cair, misalnya, 90 persen diserap oleh industri galangan kapal (shipyard), serta untuk memasok kebutuhan medis di rumah sakit pemerintah maupun swasta.
Sementara itu, nitrogen banyak digunakan oleh industri elektronik di kawasan Mukakuning, seperti Schneider Electric dan beberapa perusahaan multinasional lainnya. Adapun argon, umumnya digunakan untuk kebutuhan konstruksi dan galangan kapal.
Pabrik hidrogen PT Samator Gas Batam, Jumat (21/11/2025). Foto: Dok. PT Samator Gas
PT Samator Gas Industri Batam juga memiliki rekam jejak kontribusi sosial yang kuat. Saat pandemi Covid-19 melanda, perusahaan ini turut membantu memasok oksigen ke Pulau Jawa yang saat itu mengalami krisis ketersediaan.
"Waktu itu Batam masih punya kelebihan produk, sehingga kami kirim hampir 20 ton oksigen dalam satu ISO tank untuk membantu penanganan pandemi di Jawa," kenang Hery.
Ke depannya, Samator berharap produk hidrogen dapat menjadi salah satu unggulan perusahaan. Wakil Direktur PT Samator Indo Gas Tbk, Imelda Harsono, menyatakan bahwa hidrogen berpotensi besar menjadi solusi energi bersih rendah karbon di Indonesia, dan Samator bangga menjadi bagian dari transisi energi ini.
Dengan pabrik seluas 16.800 meter persegi yang menggunakan sistem produksi berbasis elektrolisis air, Samator menargetkan dapat berkontribusi aktif mendukung transisi energi nasional menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Trending Now