HNW Dukung Pembentukan Ditjen Ponpes di Kemenag, Singgung Dana Abadi Pesantren

11 November 2025 13:41 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
clock
Diperbarui 3 Januari 2026 13:09 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
HNW Dukung Pembentukan Ditjen Ponpes di Kemenag, Singgung Dana Abadi Pesantren
Anggota Komisi VIII DPR dari PKS Hidayat Nur Wahid mengusulkan adanya dana abadi untuk pondok pesantren. Apa tujuannya?
kumparanNEWS
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (18/8/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (18/8/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
Anggota Komisi VIII DPR dari PKS Hidayat Nur Wahid, mendukung penuh rencana pembentukan Ditjen Pesantren di Kementerian Agama. HNW lantas mengingatkan agar Ditjen ini tidak melupakan dana abadi buat ponpes.
Menurutnya, dana abadi ponpes bisa diambil dari dana abadi pendidikan yang sudah dikucurkan pemerintah.
β€œSalah satu yang perlu dilakukan adalah sebagaimana dana abadi pendidikan tinggi sudah dikeluarkan dari dana abadi pendidikan. Dana abadi kebudayaan sudah dikeluarkan dari dana abadi pendidikan, maka mestinya dana abadi pesantren juga dikeluarkan dari dana abadi pendidikan,” ujar HNW saat rapat dengan Menag Nasaruddin Umar membahas progres pembentukan Ditjen Ponpes di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/11).
β€œSehingga dengan demikian maka proporsinya sangat jelas, sangat adil supaya dengan demikian maka dana pesantren ini akan mengiringi hadirnya Dirjen Pesantren supaya bisa maksimal,” tambahnya.
Rapat kerja Komisi VIII DPR bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (11/11/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
HNW menilai, dana abadi pesantren seharusnya dipisahkan dari dana abadi pendidikan, seperti yang sudah dilakukan untuk dana abadi pendidikan tinggi dan dana abadi kebudayaan.
HNW berpendapat, anggaran untuk pesantren sudah seharusnya selevel dengan anggaran sebuah Direktorat Jenderal.
β€œSaya setuju dengan kawan-kawan bahwa Dirjen Pesantren memerlukan anggaran yang spesifik kelasnya bukan kelas Direktorat tapi Direktorat Jenderal pesantren,” tuturnya.
Di sisi lain, ia berharap Ditjen Pesantren nantinya bisa menguatkan 3 fungsi pesantren sesuai UU.
β€œKita berharap Dirjen Pesantren betul-betul menguatkan pesantren dengan tiga jenis pesantrennya, apakah yang terkait dengan pesantren yang tradisional atau yang modern maupun yang integratif,” ucap HNW.
β€œIni semuanya mendapatkan perhatian maksimal daripada Dirjen Pesantren secara adil dan secara proporsional. Kita berharap Dirjen Pesantren akan mampu betul-betul melaksanakan ketentuan undang-undang pesantren salah satu di antaranya tadi telah diangkat tentang dana abadi pesantren,” tutup dia.
Trending Now