'Hotel Darurat' di Stasiun Cikarang: Tempat Pekerja Lembur Tunggu Kereta Pertama

19 November 2025 6:42 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
'Hotel Darurat' di Stasiun Cikarang: Tempat Pekerja Lembur Tunggu Kereta Pertama
Di depan Stasiun Cikarang, pemandangan bak “hotel darurat” muncul setiap dini hari. Saat kota masih terlelap, taman dan area parkir stasiun menjadi tempat singgah bagi para pekerja terlambat pulang.
kumparanNEWS
11 rangkaian kereta rel listrik (KRL) baru buatan China resmi beroperasi di wilayah Jabodetabek. Foto: KAI Commuter
zoom-in-whitePerbesar
11 rangkaian kereta rel listrik (KRL) baru buatan China resmi beroperasi di wilayah Jabodetabek. Foto: KAI Commuter
Di depan Stasiun Cikarang, pemandangan bak “hotel darurat” muncul setiap dini hari. Saat kota masih terlelap, taman dan area parkir stasiun menjadi tempat singgah bagi para pekerja lelah yang terlambat pulang.
Mereka bukan tunawisma, bukan juga wisatawan tersesat, melainkan para pekerja yang harus menunggu kereta pertama untuk kembali ke rumah setelah lembur panjang.
Di Stasiun Cikarang, kereta terakhir melintas sekitar pukul 23.30 WIB. Sementara itu, kereta pertama baru beroperasi sekitar pukul 04.00 WIB. Di rentang waktu inilah, stasiun berubah menjadi 'hotel darurat'.

Menggelar Alas Tidur

Potret pekerja di Cikarang yang memilih beristirahat di Stasiun Cikarang menunggu kereta pertama untuk pulang ke rumah. Foto: Dok. kumparan
Rabu (19/11) dini hari, kumparan menyambangi Stasiun Cikarang ini dan bertemu dengan Teguh (35). Dia merupakan pekerja lembur yang juga menunggu kereta pertama untuk pulang.
"Pulang kerja ketinggalan kereta, terpaksa tidur di area parkir depan stasiun," ujarnya.
Tidur di depan stasiun bukan tanpa kekhawatiran. Selain dinginnya malam, Teguh juga was-was dengan barang bawaannya.
"Takut kehilangan barang. Yang penting itu alat komunikasi, paling takut hilang," katanya.
Namun dia tak punya pilihan lain. Menunggu kereta pertama dengan beristirahat di stasiun merupakan pilihan terbaiknya.
Teguh berharap PT KAI atau pengelola stasiun menyediakan fasilitas untuk istirahat bagi para pekerja macam dia.
"Kalau ada tempat menginap sederhana atau ruang tunggu malam, kan lebih aman," paparnya.

Masuk Angin Hal Biasa

Malvi (23) pekerja di Cikarang yang memilih beristirahat di Stasiun Cikarang menunggu kereta pertama untuk pulang ke rumah. Foto: Dok. kumparan
Hal serupa dialami Malvi (23). Ia yang bekerja di Cikarang harus pulang ke Tebet, Jakarta Selatan. Lembur membuatnya tak sempat mengejar kereta terakhir, dan tidur di taman stasiun pun jadi rutinitas.
"Nggak ada pilihan lain sih. Takut masuk angin ya sudah jadi risiko. Di sini nggak ada fasilitas tempat beristirahat," ungkapnya.
Saat ditanya mengapa tak memilih kos di Cikarang, ia menggelengkan kepala.
"Saya cari kos yang murah, tapi belum nemu. Kerjaan juga daily worker, jadi jam masuknya nggak tentu," ujarnya.

Tempat Tunggu yang Ditutup

Potret pekerja di Cikarang yang memilih beristirahat di Stasiun Cikarang menunggu kereta pertama untuk pulang ke rumah. Foto: Dok. kumparan
Menurut para penumpang, ruang tunggu stasiun tidak boleh digunakan setelah jam operasional berakhir. Para petugas meminta penumpang keluar, membuat mereka harus bertahan di area terbuka hingga pukul 4 pagi.
Banyak yang menilai kondisi ini tidak ideal, terlebih bagi pekerja yang berpenghasilan pas-pasan dan harus pulang tengah malam karena sistem shift.
Para pekerja yang rutin bermalam di stasiun punya harapan adanya akses untuk mereka beristirahat.
"Pengennya aksesnya lebih mudah. Terus tempat peristirahatan tolong disediakan juga, biar aman, nggak kedinginan," kata Malvi.
Potret pekerja di Cikarang yang memilih beristirahat di Stasiun Cikarang menunggu kereta pertama untuk pulang ke rumah. Foto: Dok. kumparan
Fenomena hotel darurat ini menjadi cermin betapa banyak pekerja di kawasan industri Cikarang masih bergantung penuh pada transportasi publik dengan jam operasi terbatas.
Trending Now