IPA Pesanggrahan Suplai Air Bersih ke Ribuan Pipa di 10 Kelurahan Jakarta-Banten

24 November 2025 12:21 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
IPA Pesanggrahan Suplai Air Bersih ke Ribuan Pipa di 10 Kelurahan Jakarta-Banten
Bekerja sama dengan PAM Jaya, BUMD Kota Tangerang Selatan, dan PT PITS, Pemprov DKI membangun IPA Pesanggrahan yang mampu memproduksi 750 liter air bersih per detik dengan kapasitas 45.000 pipa.
kumparanNEWS
IPA Pesanggrahan mampu alirkan air bersih ke 45.000 sambungan rumah. Foto: dok. Pemprov DKI Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
IPA Pesanggrahan mampu alirkan air bersih ke 45.000 sambungan rumah. Foto: dok. Pemprov DKI Jakarta
Seiring pertumbuhan penduduk, aktivitas industri yang kian padat, serta perubahan tata ruang, kualitas sumber air baku di kota-kota besar terus tertekan. Air yang dulu mudah diakses kini semakin rentan tercemar, membuat masyarakat kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Di titik inilah peran Instalasi Pengolahan Air (IPA) menjadi semakin penting. Fasilitas ini tidak hanya berfungsi menyediakan pasokan air bersih, tetapi idealnya juga dirancang dengan konsep zero waste agar proses pengolahan lebih efisien dan ramah lingkungan.
Pemprov DKI Jakarta menangkap kebutuhan tersebut. Bekerja sama dengan PAM Jaya, BUMD Kota Tangerang Selatan, dan PT PITS, Pemprov DKI membangun IPA Pesanggrahan yang mampu memproduksi hingga 750 liter air bersih per detik. Kapasitas ini cukup untuk mengaliri sekitar 45.000 sambungan rumah.
Manfaatnya pun lintas wilayah. Sebanyak 10 kelurahan di Jakarta dan Banten menikmati pasokan air bersih dari fasilitas ini, yakni Srengseng, Cipulir, Pesanggrahan, Bintaro, Petukangan Utara, Petukangan Selatan, Ulujami, Meruya Utara, Meruya Selatan, dan Joglo.
"Layanan air bersih sudah mencakup 74,24 persen wilayah Jakarta. Target kami akhir tahun 2025 bisa sampai 80 persen," jelas Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Foto: dok. Pemprov DKI Jakarta
IPA Pesanggrahan menerapkan sistem zero waste melalui daur ulang air pencucian filter dan pengolahan lumpur menggunakan teknologi sludge dewatering. Proses pengolahan juga dilengkapi online monitoring dan automasi penuh untuk memastikan kualitas dan kuantitas air tetap terjaga.
"(IPA Pesanggrahan) lebih dari sekadar infrastruktur. Karena, selain menjawab kebutuhan air bersih, (IPA Pesanggrahan) juga membawa dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Komitmen ini sejalan dengan visi besar mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang bersih, sehat, dan berkelanjutan," tambah Pramono.
Ia pun mengapresiasi langkah PAM Jaya yang telah berupaya mengakomodir kebutuhan masyarakat terhadap air bersih. Apalagi, dengan hadirnya aplikasi LAPOR PAM yang memungkinkan masyarakat dapat mengakses berbagai layanan dalam satu genggaman, mulai dari pelaporan gangguan, pemantauan tagihan, hingga informasi real-time.
Sementara di lapangan, petugas bisa menggunakan PAM LAB untuk menguji kualitas air langsung di lapangan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan Kemenkes RI.
"Apresiasi ditujukan kepada PAM Jaya yang terus berinovasi dan bekerja keras dalam meningkatkan kualitas serta jangkauan layanan. Kami mendukung transformasi yang dilakukan demi pemenuhan kebutuhan dasar warga, sekaligus memastikan target cakupan 100 persen layanan air perpipaan terpenuhi," ucap Pramono.
Pada kesempatan terpisah, Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh menilai, IPA Pesanggrahan sangat strategis untuk mempercepat pencapaian target 100 persen layanan air perpipaan pada 2029.
Ia menyebut, ketersediaan air baku menjadi kunci keberhasilan PAM Jaya. Oleh sebab itu, masyarakat juga perlu berperan aktif menjaga sumber air agar distribusi semakin lancar.
"Selain dari Jatiluhur, kita juga andalkan Waduk Karian, Kali Pesanggrahan, maupun Kalimalang di Buaran. Semua sumber ini harus dioptimalkan," pungkas Nova.
Trending Now