Iring-iringan Kenegaraan Ekuador Diserang, Presiden Selamat dari Pembunuhan
8 Oktober 2025 10:01 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Iring-iringan Kenegaraan Ekuador Diserang, Presiden Selamat dari Pembunuhan
Iringan-iringan Kepresidenan Ekuador diserang massa pada Selasa (7/10). Presiden Daniel Noboa selamat dari kejadian tersebut.kumparanNEWS

Iringan-iringan Kepresidenan Ekuador diserang massa pada Selasa (7/10). Presiden Daniel Noboa β yang terpilih tahun 2023 pada usia 35 tahun β selamat dari serangan itu.
Laporan otoritas Ekuador, massa melempari iringan-iringan dengan batu. Menteri Lingkungan Hidup Ekuador Ines Manzano menyebut kejadian menimpa Noboa sebagai upaya pembunuhan.
Manzano mengatakan terdapat bekas peluru di mobil tempat Noboa berada. Dari laporan yang diterimanya saat kejadian massa mengepung iring-iringan kepresidenan berjumlah lebih 500 orang.
Dia memastikan lima orang sudah ditangkap kepolisian Ekuador. Mereka akan didakwa pasal upaya pembunuhan dan terorisme.
Usai selamat dari serangan, saat berbicara di depan mahasiswa di Cuenca, Noboa menegaskan tak akan menoleransi tindakan seperti itu.
βJangan ikuti contoh buruk mereka yang ingin menghentikan kami menghadiri acara ini bersama Anda dan yang mencoba menyerang kami," ujar Noboa seperti dikutip dari Reuters.
"Serangan semacam itu tidak akan diterima di Ekuador yang baru dan hukum berlaku untuk semua orang,β sambung dia.
Warga Adat
Setelah kejadian yang menimpa Noboa, federasi warga adat Ekuador (CONAIE) angkat bicara. Warga adat belakangan ini kerap menjadi kelompok penentang Nobia.
CONAIE menuduh polisi dan militer sengaja menyerang warga dikerahkan saat iring-iringan Noboa berada di Cuenca. Satu orang lansia, kata CONAIE, menderita luka akibat seragan tersebut.
Adapun lebih dari dua pekan CONAIE menggelar mogok massal di Ekuador dan memblokir jalan. Mereka memprotes kebijakan penghapusan subsidi solar yang diberlakukan pemerintahan Noboa.
Untuk meredakan ketegangan, Noboa meneken aturan status darurat di beberapa provinsi di Ekuador.
