Israel dan Hamas Kembali ke Meja Perundingan

21 Desember 2023 15:15 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Israel dan Hamas Kembali ke Meja Perundingan
Israel dan Hamas Kembali ke Meja Perundingan di Gaza
kumparanNEWS
Asap mengepul setelah serangan Israel, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, di Khan Younis di selatan Jalur Gaza Rabu (17/12/2023). Foto: Bassam Masoud/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Asap mengepul setelah serangan Israel, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, di Khan Younis di selatan Jalur Gaza Rabu (17/12/2023). Foto: Bassam Masoud/Reuters
Israel menawarkan jeda pertempuran di Gaza. Mereka meminta Hamas melepaskan sandera tersisa.
Informasi tersebut disampaikan sumber yang mengetahui terkait negosiasi Israel-Hamas kepada CNN. Ia mengungkap, bukan hanya Israel yang kembali ke meja perundingan, tapi pemimpin politik Hamas telah berada di Mesir demi memulai kembali negosiasi.
Sumber CNN mengungkap, kerangka utama perundingan masih seputar pembebasan sandera. Israel menginginkan seluruh sandera Hamas dibebaskan.
Kepala biro politik Hamas Ismail Haniyeh. Foto: Karim Jaafar/AFP
Meski demikian, sumber tersebut menekankan bahwa belum ada kesepakatan apa pun tercapai. Diskusi pada saat ini masih pada tahap awal.
Ia menekankan, kembalinya Israel ke meja perundingan merupakan hal yang patut diperhatikan.
Saat ini pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadapi tekanan domestik membebaskan seluruh sandera. Itu dipicu kematian tiga orang sandera yang secara tidak sengaja dibunuh tentara Israel.
Sumber lainnya menambahkan, proposal Israel kali ini disampaikan via Qatar yang berperan sebagai negosiator. Dalam proposal itu Israel menginginkan jeda kemanusiaan selama sepakan agar sandera bisa dibebaskan.
Informasi terkait waktu sepekan yang diajukan Israel pertama kali disampaikan media Axio.
Sementara itu, selain Israel Hamas juga mendapat tekanan besar. Pejabat Israel dan Amerika Serikat percaya belum berhentinya pertempuran ditambah perluasan operasi militer ke selatan, adalah upaya menekan Hamas menerima gencatan senjata demi membebaskan sandera.
Sejak perang Israel-Hamas pecah pada Oktober 2023, kedua negara sempat menyepakati gencatan senjata.
Awalnya penghentian kekerasan dimulai pada 24 November. Penghentian diperpanjang beberapa kali sampai berakhir pada 1 Desember 2023.
Selama jeda pertempuran, Hamas membebaskan 80 tahanan Israel. Di sisi lain Israel melepaskan 240 napi Palestina.
Trending Now