Israel Siap Tarik Pasukan dari Lebanon Asal Hizbullah Menyerahkan Senjata

26 Agustus 2025 10:21 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Israel Siap Tarik Pasukan dari Lebanon Asal Hizbullah Menyerahkan Senjata
Israel menyatakan siap menarik pasukannya dari Lebanon secara bertahap jika Angkatan Bersenjata Lebanon mengambil langkah untuk melucuti senjata Hizbullah.
kumparanNEWS
Asap mengepul di pinggiran selatan Beirut setelah serangan Israel, di tengah permusuhan yang sedang berlangsung antara Hizbullah dan pasukan Israel, seperti yang terlihat dari Baabda, Lebanon, Kamis (14/11/2024). Foto: Thaier Al-Sudani/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Asap mengepul di pinggiran selatan Beirut setelah serangan Israel, di tengah permusuhan yang sedang berlangsung antara Hizbullah dan pasukan Israel, seperti yang terlihat dari Baabda, Lebanon, Kamis (14/11/2024). Foto: Thaier Al-Sudani/REUTERS
Israel mengisyaratkan akan menarik pasukannya dari Lebanon selatan jika Angkatan Bersenjata Lebanon mengambil tindakan untuk melucuti senjata kelompok militan Hizbullah.
Hal ini disampaikan melalui pernyataan resmi pemerintah setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertemu dengan Utusan Khusus AS Tom Barrack. Barrack terlibat aktif dalam rencana pelucutan senjata Hizbullah dan penarikan pasukan Israel dari Lebanon.
"Jika Angkatan Bersenjata Lebanon mengambil langkah yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan pelucutan senjata Hizbullah, Israel akan terlibat dalam langkah-langkah timbal balik termasuk pengurangan militer Israel secara bertahap," kata kantor Netanyahu dalam keterangannya, dikutip dari Reuters, Selasa (26/8).
Meski demikian, pemerintah Israel tidak secara eksplisit mengatakan bahwa pasukannya akan sepenuhnya mundur dari lima posisi yang mereka pegang di Lebanon.
Ilustrasi peta antara Israel dan Lebanon. Foto: Below the Sky/Shutterstock
Hizbullah adalah kelompok politik sekaligus milisi yang berbasis di Lebanon, didirikan pada awal 1980-an dengan dukungan Iran sebagai respons terhadap invasi Israel ke Lebanon tahun 1982.
Hizbullah memiliki kekuatan militer non-negara yang kuat dan terorganisir. Mereka kerap meluncurkan roket ke Israel, antara lain sebagai bentuk solidaritas pada masyarakat Palestina.
Militer Israel mempertahankan kehadirannya di Lebanon selatan dekat perbatasan sejak menyetujui gencatan senjata yang didukung AS dengan Hizbullah pada November 2024 lalu.
Israel akan menarik pasukannya dalam dua bulan dan pasukan Lebanon akan mengambil kendali wilayah selatan, wilayah yang sejak lama menjadi basis Hizbullah.
Ilustrasi Hizbullah. Foto: Shutterstock

Kabinet Lebanon Desak Hizbullah Lucuti Senjata

Kabinet Lebanon pimpinan Perdana Menteri Nawaf Salam pada bulan ini memerintahkan angkatan bersenjatanya untuk menyusun rencana guna mendesak Hizbullah melucuti senjata. Namun, rencana pemerintah Lebanon ini ditentang oleh Hizbullah.
Meski ditentang Hizbullah, rencana ini disambut positif oleh Israel. Menurut Israel, langkah yang diambil Lebanon ini merupakan keputusan penting.
"Israel siap mendukung Lebanon dalam usahanya untuk melucuti Hizbullah," kata pemerintah Zionis tanpa merinci dukungan apa yang akan diberikan.
Sementara Barrack yang juga merupakan Duta Besar AS untuk Turki mengatakan, Israel harus mengikuti rencana pelucutan senjata Hizbullah, yang berarti penarikan pasukan Israel dari Lebanon.
Militer Israel terus melakukan serangan udara secara berkala di Lebanon. Mereka mengeklaim serangan itu menargetkan militan Hizbullah dan fasilitas yang digunakan Hizbullah untuk menyimpan senjata.
Adapun faksi-faksi Palestina yang bermarkas di kamp-kamp pengungsi Palestina di Lebanon telah menyerahkan sejumlah senjata ke angkatan bersenjata pekan lalu sebagai bagian dari rencana pelucutan senjata.
Trending Now