Jakarta Hadirkan Smart Posyandu, Fokus Kesehatan Mental Ibu Pasca-melahirkan

6 Oktober 2025 10:52 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jakarta Hadirkan Smart Posyandu, Fokus Kesehatan Mental Ibu Pasca-melahirkan
Pemprov DKI terus memperluas layanan kesehatan mental bagi ibu-ibu dengan menyediakan psikolog di Puskesmas, layanan konsultasi daring, dan penguatan peran kader di Posyandu.
kumparanNEWS
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menghadiri pertemuan pakar Posyandu Ramah Kesehatan Jiwa di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan, Senin (6/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menghadiri pertemuan pakar Posyandu Ramah Kesehatan Jiwa di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan, Senin (6/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperkuat layanan kesehatan jiwa di tingkat masyarakat. Terkhusus bagi ibu selama masa kehamilan dan pasca-melahirkan.
Hal itu ia sampaikan dalam agenda pertemuan pakar Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Ramah Kesehatan Jiwa.
“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen membangun sistem pelayanan kesehatan yang semakin adaptif, cerdas, dan inklusif. Salah satu langkah nyata yang telah ditempuh adalah menghadirkan Smart Posyandu,” ujar Rano Karno di Beautika Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (6/10).
“Inovasi layanan berbasis teknologi yang mempercepat pelayanan, meningkatkan akurasi data, serta memperkuat peran kader dalam edukasi dan pendampingan masyarakat,” tambahnya.
Kader posyandu mencatat jadwal imunisasi di Rorotan, Jakarta Utara. Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
Rano menekankan kesehatan masyarakat tidak bisa hanya dilihat dari sisi fisik, melainkan juga dari kesehatan mental.
“Kesehatan tidak hanya soal fisik, tapi juga kesehatan jiwa. Karena sejatinya, tubuh yang sehat tidak akan berarti tanpa jiwa yang kuat dan bahagia,” katanya.
Ia menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta terus memperluas layanan kesehatan mental, antara lain melalui penyediaan psikolog di puskesmas, layanan konsultasi daring, serta penguatan peran kader Posyandu di tingkat masyarakat.
Menurutnya, perhatian khusus diberikan pada kesehatan jiwa ibu hamil dan pasca-melahirkan agar mereka mendapat dukungan emosional yang memadai.
“Perhatian khusus juga kita berikan kepada kesehatan jiwa ibu, terutama selama masa kehamilan dan setelah melahirkan. Ibu yang bahagia akan melahirkan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas,” ucap Rano.
“Karena itu, Posyandu perlu menjadi ruang aman bagi ibu dan keluarga muda untuk mendapatkan pendampingan, edukasi, dan dukungan emosional,” lanjutnya.
Rano menambahkan, sejak tahun 2024, layanan kesehatan jiwa mulai diintegrasikan di Posyandu bagi berbagai kelompok usia, mulai dari anak, remaja, hingga lansia. Tak hanya melayani gizi dan imunisasi, tetapi juga memberikan edukasi serta dukungan awal bagi warga yang membutuhkan bantuan psikologis.
Ilustrasi poster pintar di Posyandu. Foto: Dok. 1000 Days Fun
“Inovasi ini menunjukkan bahwa Jakarta bukan hanya berupaya menurunkan angka stunting, tetapi juga membangun generasi yang sehat secara fisik, mental, dan sosial. Sebab kesehatan jiwa adalah fondasi dari kehidupan yang produktif dan bahagia,” ujar Rano.
Rano menjelaskan layanan konseling ini sudah mulai tersedia di sejumlah posyandu di Jakarta.
“Artinya di posyandu kita, di beberapa puskesmas kita, kita sudah siapkan infrastrukturnya walaupun memang belum menjadi main (utama). Artinya kan kalau kita memahami posyandu, (biasanya) lebih kepada keluarga, ibu, anak,” jelas Rano.
“Tapi kita tambahkan. Soalnya yang namanya jiwa ini bukan hanya gila, lho. Ternyata bukan itu, stres juga bagian,” lanjut dia.
Ia menambahkan, layanan konsultasi dan ruang konseling kini tersedia untuk masyarakat yang membutuhkan pendampingan psikologis dasar.
“Itu kan diperlukan satu teknik psikolog untuk hadir di tengah masyarakat. Di beberapa puskesmas kita, kita sudah siapkan istilahnya ruang konsultasi. Tinggal kita memberikan penguatan,” kata Rano.

Peduli Kesehatan Mental Masyarakat Indonesia

Inisiator Kaukus Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa Maria Ekowati saat memberikan sambutan pada pertemuan pakar Posyandu Ramah Kesehatan Jiwa di Panglima Polim, Jakarta Selatan, Senin (6/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Sementara itu, Inisiator Kaukus Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa Maria Ekowati menjelaskan forum ini dibentuk sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi kesehatan mental masyarakat Indonesia.
“Kaukus Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa ini terbentuk karena keprihatinan kita semua ketika melihat masyarakat Indonesia ini kondisi kesehatan jiwanya sangat memprihatinkan,” kata Maria.
Menurut Maria, pertemuan kali ini merupakan lanjutan dari kegiatan serupa yang pernah digelar pada 2023. Saat itu, forum diskusi menghasilkan konsensus tentang pentingnya integrasi layanan kesehatan jiwa di Posyandu.
“Di dalam pertemuan kali ini, ini adalah forum diskusi yang dihadiri oleh para ahli lintas bidang yang akan menemukan model implementasi Posyandu yang ramah kesehatan jiwa,” tutupnya.
Trending Now