Jakarta Hemat Rp 1,15 M per Tahun Lewat PLTS Atap, Emisi Karbon Turun 637 Ton
19 Agustus 2025 22:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
Jakarta Hemat Rp 1,15 M per Tahun Lewat PLTS Atap, Emisi Karbon Turun 637 Ton
Pemanfaatan PLTS tersebut mampu menekan pengeluaran listrik sekaligus mendukung target energi bersih.kumparanNEWS

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di 20 lokasi layanan publik oleh Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) Provinsi DKI Jakarta sejak 2023, berhasil memberikan dampak baik, yakni penghematan anggaran dan penurunan emisi karbon.
Kepala Disnakertransgi DKI Jakarta, Syaripudin, menyebutkan pemanfaatan PLTS tersebut mampu menekan pengeluaran listrik sekaligus mendukung target energi bersih.
“Total penghematan yang bisa didapatkan dari 20 lokasi PLTS terbangun tersebut sekitar Rp 1,15 miliar per tahun,” ujar Syaripudin saat dihubungi kumparan, Selasa (19/8).
Ia menambahkan, pembangunan PLTS Atap juga berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon di sektor ketenagalistrikan.
“Selain menghasilkan energi bersih dan memberikan penghematan biaya listrik, pembangunan PLTS Atap oleh Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta tahun 2023 juga berdampak langsung terhadap penurunan emisi karbon dari sektor ketenagalistrikan,” jelas Syaripudin.
“Dengan potensi produksi listrik dari PLTS di 20 lokasi sebesar 796.500 kWh per tahun. Setara dengan pengurangan emisi karbon sekitar 637 ton CO₂ per tahun,” lanjutnya.
Pembangunan PLTS Atap tersebut tersebar di fasilitas layanan publik seperti puskesmas, kantor kecamatan, hingga gelanggang olahraga.
Syaripudin menerangkan untuk tahun 2025, pembangunan PLTS dilanjutkan di 22 lokasi baru dengan total kapasitas 575 kWp, mencakup sekolah dan fasilitas publik yang strategis. Beberapa lokasi masih dalam tahap pemasangan.
“Pada Tahun 2025, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi membangun PLTS di 22 lokasi dengan total kapasitas 575 kWp,” ungkap Syaripudin.
“Saat ini masih dalam tahap pekerjaan atau pemasangan PLTS di beberapa lokasi, misalnya di SDN Kalibata 11, SMKN 29, SDN Petukangan Selatan 01/02, SDN Grogol Utara 09,” tambahnya.
Syaripudin juga menjelaskan telah dipasang PLTS Atap di Jakarta International Stadium dan di Gedung Balai Kota Blok G.
“Stadion JIS sudah dipasang PLTS Atap dengan total kapasitas 367 kWp dengan anggaran swasta (Non APBD). Begitupun dengan Gedung Balai Kota Blok G dengan kapasitas 192 kWp yang sudah terpasang sejak tahun 2013 oleh anggaran Dinas Perumahan dan Gedung Pemda,” pungkasnya.
Berikut beberapa lokasi pembangunan PLTS Atap di Jakarta pada tahun 2025:
• Jakarta Pusat: SMPN 205, SMPN 8, SDN Kampung Rawa 01, SMPN 39
• Jakarta Selatan: SDN Pejaten Timur 01, SDN Kalibata 11, SMKN 29, SDN Grogol Utara 09, SDN Petukangan Selatan 01/02, SMPN 175
• Jakarta Timur: SMPN 172, Gelanggang Remaja Kecamatan Pulo Gadung, Gedung KNPI, Puskesmas Kecamatan Matraman, Puskesmas Kecamatan Pulogadung
• Jakarta Utara: SMPN 112, SMPN 244, SDN Semper Barat 09/10, SDN Rawa Badak Selatan 01, SDN Pademangan Timur 05/06, Gor Bahtera Jaya
