Jakarta Mulai Proyek JakTirta Senilai Rp 2,62 Triliun, Apa Itu?

24 Desember 2025 11:47 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jakarta Mulai Proyek JakTirta Senilai Rp 2,62 Triliun, Apa Itu?
Proyek JakTirta merupakan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dan rob di lima wilayah Jakarta yang ditargetkan rampung 2027.
kumparanNEWS
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam penandatanganan kontrak dan pencanangan proyek pengendalian banjir & rob Jakarta di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (24/12/2025). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam penandatanganan kontrak dan pencanangan proyek pengendalian banjir & rob Jakarta di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (24/12/2025). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi memulai Proyek Pengendalian Banjir dan Rob Jakarta Tahun Anggaran 2025–2027 dengan menandatangani sekaligus mencanangkan kontrak pekerjaan pada Rabu (24/12).
Proyek ini bertajuk JakTirta. Ini merupakan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dan rob di lima wilayah Jakarta dengan nilai total anggaran sebesar Rp 2,62 triliun.
Lima wilayah itu adalah Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara.
β€œNilai dari penandatanganan (proyek) ini Rp 2,62 triliun untuk memperkuat ketahanan kota Jakarta terhadap banjir dan rob,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (24/12).
Penandatanganan kontrak proyek JakTirta oleh perusahaan dan pejabat pelaksana di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (24/12/2025). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan
Proyek JakTirta akan fokus pada 4 hal. Pertama, pembangunan sistem polder dan pompa pengendali banjir. Kedua, pembangunan embung dan waduk sebagai tampungan air.
"Ketiga, pembangunan dan penguatan tanggul National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), dan paket-paket penanganan sungai dan kali untuk meningkatkan kapasitasnya,” jelas dia.
Suasana pembangunan tanggul pengaman laut atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di Kawasan Muara Baru Jakarta, Senin (10/1). Foto: Wahyu Putro A/ANTARA FOTO
Pramono mengatakan, pencanangan kontrak proyek JakTirta sengaja dilakukan di tahun 2025. Ini berbeda dari biasanya karena tender dilakukan bahkan saat tahun belum berganti.
β€œSaya telah mengizinkan jajaran pemprov, hal yang berkaitan dengan proyek, yang dulu selalu tendernya itu di awal tahun. Sekarang di pertengahan tahun sebelumnya,” kata dia.
β€œSupaya penyerapan anggarannya itu juga tinggi. Tidak kemudian ditumpuk di belakang, ketika bulan Desember semua orang sibuk menghabiskan anggaran. Saya enggak mau itu,” lanjutnya.
Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno tinjau alat berat untuk pengerukan Waduk Pluit, Jakarta Utara, Minggu (23/2/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
Menurut Pramono, penanganan banjir di Jakarta tidak bisa dilakukan secara sporadis atau jangka pendek. Karena itu, proyek yang dimulai hari ini dirancang untuk jangka menengah dan dilakukan secara berkelanjutan hingga akhir 2027.
β€œSaya sungguh berharap bahwa perencanaan itu benar-benar terpadu, bertahap, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Penandatanganan kontrak proyek JakTirta oleh perusahaan dan pejabat pelaksana di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (24/12/2025). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum menyebut, proyek JakTirta berfokus pada peningkatan kapasitas sungai, bukan pelebaran. Berbeda dengan normalisasi Kali Ciliwung dan Krukut.
β€œKalau proyek ini cenderung ke peningkatan kapasitas sungai yang ada saat ini seperti di Kali Angke dan Pesanggrahan. Dengan didalamkan dan dibuat tanggul. Kalau normalisasi kali itu konteksnya pelebaran,” katanya.
Sementara, pembangunan embung dan waduk akan dilakukan di Kebagusan, Pondok Labu, dan Sunter Hulu. Ika mengatakan, proyek JakTirta tidak akan melakukan pembebasan lahan.
β€œProses pembebasan lahannya sudah selesai dan tinggal pembangunan konstruksi saja,” pungkas dia.
Adapun pelaksana pekerjaan berasal dari sejumlah perusahaan, antara lain PT Adhi Karya, PT Brantas Abipraya, PT Nindya Karya, PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Jaya Konstruksi, PT Modern Widya Technical, dan PT Suburo Jayana Indah Corp.

Paket Pembangunan Proyek JakTirta

Berikut lokasi proyek JakTirta:

Pembangunan Sistem Polder

Pembangunan Sarana dan Prasarana Kali/Sungai

Pembangunan Embung/Waduk

Trending Now