Jalan Jatinangor Tak Ramah Pejalan Kaki: Diklakson Motor yang Naik Trotoar

26 Oktober 2025 18:37 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jalan Jatinangor Tak Ramah Pejalan Kaki: Diklakson Motor yang Naik Trotoar
Kondisi trotoar rusak, tidak ada jalur pemandu, bahkan di beberapa pinggiran jalan tidak disertai trotoar.
kumparanNEWS
Kondisi trotoar di Jalan Raya Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Minggu (26/10/2025). Foto: Linda Lestari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi trotoar di Jalan Raya Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Minggu (26/10/2025). Foto: Linda Lestari/kumparan
Hiruk pikuk kehidupan di Jalan Raya Jatinangor, Kabupaten Sumedang, silih beganti. Kendaraan besar lalu-lalang di jalan lintas daerah itu.
Meski was-was, warga sekitar terpaksa harus berjalan kaki di pinggiran jalan untuk beraktivitas. Sayangnya, akses pejalan kaki di jalan utama ini sangat minim.

Trotoar Rusak

Kondisi trotoar rusak, tidak ada jalur pemandu, bahkan di beberapa pinggiran jalan tidak disertai trotoar.
Kondisi sebagian trotoar juga dipenuhi oleh pedagang kaki lima sehingga pejalan kaki harus berjalan di jalanan aspal. Kondisi ini menyulitkan para pejalan kaki, terlebih Jatinangor merupakan kawasan pendidikan, di wilayah tersebut terdapat empat kampus perguruan tinggi.
Mereka adalah Universitas Padjajaran, ITB, Ikopin, dan IPDN.
Kondisi trotoar di Jalan Raya Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Minggu (26/10/2025). Foto: Linda Lestari/kumparan
Salah satu mahasiswi, Keisya (18), menceritakan pengalamannya saat menyusuri jalan itu.
Keisya menuturkan, kondisi trotoar yang rusak akan becek ketika hujan sehingga menyulitkan para pejalan kaki. Di trotoar juga banyak pedagang kaki lima yang mempersempit akses pejalan kaki.
"Nah, di trotoar ini tuh selain jelek gitu maaf, jalanannya kayak retak-retak gitu. Terus kalau misalnya hujan tuh becek banget, terus juga malah banyak yang dipakai buat jualan gitu trotoar-trotoarnya, jadi sempit, jadi rawan tersempet sih," ujar Keisya.
Kondisi trotoar di Jalan Raya Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Minggu (26/10/2025). Foto: Linda Lestari/kumparan
"Kalau malam-malam, apalagi malam-malam itu sering banget ada yang jualan di sini pun sate jualan sate, jadi kayak harus agak lewat jalan gitu Jadi makin sempit juga ya. Udah mah rusak, terus ada yang jualan," kata Keisya melanjutkan.

Minim Zebra Cross

Keisya juga mengatakan, selain trotoar, akses pejalan kaki semakin sulit dengan minimnya zebra cross.
"Di sini jujur dikit banget zebra cross," ucap Keisya.
Keisya menuturkan, dirinya kerap khawatir ketika akan menyeberangi jalan. Terlebih, jalanan itu dilalui kendaraan besar yang melaju dengan cepat.
Sementara itu, lokasi zebra cross cukup berjauhan. Lokasi zebra cross terdekat adalah di depan kecamatan.
"Jalannya (kendaraan) pada cepet-cepet gitu, jadi harus jalan dulu ke kecamatan agak jauh gitu. Jujur aku enggak tahu zebra cross ada di mana lagi selain di situ," kata Keisya.
Kondisi trotoar di Jalan Raya Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Minggu (26/10/2025). Foto: Linda Lestari/kumparan

Diklakson Motor yang Naik Trotoar

Cerita lain datang dari Bina (18). Ia bercerita kerap kali diklakson motor saat sedang berjalan di trotoar.
Lokasi trotoar yang sering dilaluinya adalah di depan kampus Universitas Padjadjaran. Di lokasi inilah para pemotor sering naik trotoar dan menyerobot hak pejalan kaki.
"Dan aku sering banget kan lewat situ, tiba-tiba kayak diklakson. Ya kan itu haknya pengguna jalan, pejalan kaki, bukan pengguna motor, tapi banyak banget motor yang sering banget lewat situ apalagi kalau macet," ujar Bina.
"Kan mengganggu banget dan merusak jalan," lanjutnya.
Bina berharap, para pengendara motor dapat meningkatkan kesadarannya untuk tidak mengendarai motor di atas trotoar.
"Harapannya sih untuk pengguna motor terutama untuk lebih apa ya kesadaran dirinya untuk gak akses trotoar yang di mana untuk pengguna jalan kaki, tapi ini malah diakses motor," kata Bina.
"Dan juga ya mungkin untuk pemerintah setempat lebih aware lagi sama trotoar-trotoar yang ada bahwa itu gak layak untuk dijadiin trotoar, untuk diperbaiki," pungkasnya.
Trending Now