Jarang Terjadi, Presiden Israel Kecam Serangan Pemukim di Tepi Barat

13 November 2025 12:07 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jarang Terjadi, Presiden Israel Kecam Serangan Pemukim di Tepi Barat
Presiden Israel membuat pernyataan langka. Dia mengecam serangan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat.
kumparanNEWS
Seorang pria melihat dari balik jendela melihat kerusakan setelah pasukan Israel melakukan penggerebekan di kamp Nur Shams untuk pengungsi Palestina di Tepi Barat (21/4/2024) Foto: JAAFAR ASHTIYEH/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pria melihat dari balik jendela melihat kerusakan setelah pasukan Israel melakukan penggerebekan di kamp Nur Shams untuk pengungsi Palestina di Tepi Barat (21/4/2024) Foto: JAAFAR ASHTIYEH/AFP
Presiden Israel Isaac Herzog membuat pernyataan yang jarang dikeluarkan oleh pejabat Israel. Herzog mengecam serangan yang melukai 4 orang, yang dilakukan puluhan pemukim Israel bermasker terhadap warga Palestina di Tepi Barat.
Dikutip dari The Guardian, Kamis (13/11), Herzog menyebut serangan itu mengejutkan dan serius.
"Saya meminta pihak berwenang bertindak tegas untuk memberantas fenomena tersebut dan memperkuat IDF dan pasukan keamanan yang melindungi kita siang dan malam," kata Herzog.
Pernyataan Herzog itu diperkuat oleh pejabat tinggi militer Israel di Tepi Barat, Mayjen Avi Bluth. Dia menyatakan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel itu tidak bisa diterima.
Ini adalah pernyataan tak lazim dari pejabat Israel yang sering mengabaikan kekerasan pemukim Israel terhadap warga Palestina, khususnya dalam dua tahun terakhir. Pejabat militer dan pemerintah Israel jarang membahas meningkatnya kekerasan pemukim terhadap warga Palestina, meski itu bertentangan dengan hukum Israel dan hukum internasional.
Bluth mengatakan tak adanya korban jiwa dalam insiden itu merupakan keberuntungan. Sementara faktanya, lebih dari 1.000 warga Palestina tewas akibat kekerasan yang dilakukan pemukim dan polisi Israel di Tepi Barat.
Kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di Tepi Barat kini jadi isu arus utama di politik Israel, khususnya dalam dua tahun terakhir. Parlemen Israel, Knesset, sering mengundang para pemukim untuk memberikan masukan dalam membuat kebijakan.
Polisi dan pasukan bersenjata Israel sering terekam hanya berdiri saja saat para pemukim melakukan kekerasan terhadap warga Palestina. Polisi dan pasukan bersenjata baru bertindak jika warga Palestina membela diri.
Sebagaimana diketahui, puluhan pemukim Israel menyerang desa di Beit Lid dan Deir Sharaf, Tepi Barat, pada Selasa (11/11). Mereka membakar kendaraan dan merusak properti milik komunitas Bedouin.
Pabrik susu al-Juneidi yang merupakan salah satu perusahaan besar di wilayah tersebut turut dirusak. Empat truk milik pabrik itu dibakar.
Kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di Tepi Barat meningkat sejak serangan di Gaza pada dua tahun lalu. Setidaknya 1.001 warga Palestina tewas di Tepi Barat dan Yerusalem Timur karena kekerasan yang dilakukan pemukim dan militer Israel.
Berdasarkan data PBB, 260 serangan terjadi pada Oktober dan menjadikannya bulan paling mematikan sejak pencatatan dimulai pada 2006.
Kelompok HAM dan PBB memperingatkan bahwa kekerasan yang dilakukan pemukim terjadi di lingkungan yang permisif dan didukung menteri penting Israel. Kantor HAM PBB mengatakan pemukim berusaha mempercepat penggusuran warga Palestina dari tanah mereka, sehingga menimbulkan kekhawatiran pemindahan paksa.
Trending Now