Jemaah Haji RI 2026 Dilayani 2 Syarikah, Tak Lagi 8 Syarikah seperti 2025
1 Oktober 2025 10:34 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Jemaah Haji RI 2026 Dilayani 2 Syarikah, Tak Lagi 8 Syarikah seperti 2025
Jemaah haji Indonesia tahun 2026 akan dilayani oleh dua syarikah (perusahaan Arab Saudi di bidang layanan haji) selama di Tanah Suci. kumparanNEWS

Jemaah haji Indonesia tahun 2026 akan dilayani oleh dua syarikah (perusahaan swasta Arab Saudi di bidang layanan haji) selama di Tanah Suci. Jumlah ini mengecil dari haji 2025 yang dilayani 8 syarikah, lazim disebut multisyarikah.
Dua perusahaan/syarikah yang melayani haji 2026 diumumkan oleh Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah, Arab Saudi. Pengumuman itu berbunyi:
Dua perusahaan yang ditetapkan untuk layanan umum (Masyair) Jemaah Haji Indonesia tahun 1447 H/ 2026 M:
1. Rakeen Mashariq Al Mutamayizah Company For Pilgrim Service
2. Albait Guest
150 Syarikah Ikut Biding
Terpisah, Wamen Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan, pihaknya membenahi satu per satu tahap perhajian, termasuk soal syarikah.
"Tahun ini kami hanya menggunakan 2 syarikah dari 150 syarikah yang ikut biding. Dan kami pastikan kontraknya turun, namun pastikan pelayanannya lebih baik," ungkap Dahnil di akun X, Selasa 30 September 2025.
Adapun Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah sebelumnya juga memuat secara berkala syarikah yang lolos tahapan biding sebagai masyair. Misalnya, ada 17 perusahaan yang lolos verifikasi dokumen.
Jumlah itu mengecil menjadi 6 perusahaan yang lolos tahap negosiasi. Tahap selanjutnya, 2 perusahaan lolos hingga babak final dan ditetapkan untuk melayani jemaah haji 2026 yang jumlahnya 221 ribu.
Dua perusahaan yang terpilih tersebut juga terlibat dalam pelaksanaan haji 2025. Dari 8 perusaaan yang melayani jemaah haji Indonesia kala itu, menurut sejumlah sumber, Rakeen dan Albait Guest mendapat penilaian positif dalam melayani sehingga kemenangannya dalam biding tahun ini disambut baik.
Multisyarikah di Haji 2025
Sistem multisyarikah membuat haji 2025 menemukan banyak tantangan. Satu kloter dari Tanah Air setiba di Saudi langsung ditangani beberapa syarikah sehingga menyebabkan satu rombongan terpecah akomodasinya.
Ada yang suami istri beda hotel, lansia dan pendampingnya beda kemah, kopor terpisah dari pemilik, juga masalah transportasi dan katering, dan lainnya. Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta maaf atas masalah yang timbul sepanjang pelaksanaan haji.
Haji 2025 merupakan haji terakhir yang dilaksanakan oleh Kemenag. Tahun depan, haji di bawah tanggung jawab Kemenhaj.
