Jenazah Nazwa dari Kamboja Tiba di Indonesia, Dimakamkan di Deli Serdang
31 Agustus 2025 18:54 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Jenazah Nazwa dari Kamboja Tiba di Indonesia, Dimakamkan di Deli Serdang
Jenazah Nazwa Aliya (19) yang diterbangkan dari Kamboja sudah tiba di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, pukul 08.30 WIB Minggu (31/8).kumparanNEWS

Jenazah Nazwa Aliya (19) yang diterbangkan dari Kamboja sudah tiba di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, pukul 08.30 WIB Minggu (31/8). Jenazah Nazwa langsung dimakamkan di kampung halaman.
Nazwa adalah remaja asal Deli Serdang yang izin pamit wawancara kerja di Kota Medan. Namun, tiba-tiba ia sudah di Thailand dan berujung tewas di Kamboja.
"Alhamdulillah jenazah sampai di Bandara Kualanamu jam 08.30, jam 09.30 semua selesai. Sampai ke rumah duka sebelum zuhur," kata Lanniari Hasibuan, Ibu Nazwa saat ditemui di rumah duka, Deli Serdang, Minggu (31/8).
Lanniari mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses pemulangan jenazah Nazwa.
"Terima kasih untuk semua pertolongan ini sampai semua terlengkapi fasilitas pemulangan ini. Kemudian pada Kementerian Luar Negeri, relawan-relawan, dari ojol, ini para wartawan semua. Sehingga pemulangan jenazah anak saya ini dihitung cepatlah, terhitung cepat. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar," ucapnya.
Keluarga menyebutkan jenazah korban langsung dikebumikan dan tidak dilakukan autopsi terlebih dahulu.
"Pihak keluarga semuanya sudah bersepakat (dimakamkan), kita ikhlaskan dan tetangga mau kita semua ikhlas supaya hidup kita tenang," ujar Lanniari.
Pemulangan jenazah tersebut dibantu oleh semua pihak termasuk biaya pemulangan yang ditanggung oleh seorang donatur yang tidak disebutkan namanya.
"Karena bantuan semua pihak, terutama dari hamba Allah yang telah mendanai melalui organisasi masyarakat DPC Grib Jaya Kota Medan. Karena hamba Allah memberikan amanah ke Pak Dudi Ketua DPC Grib Jaya Kota Medan, menjadi donatur untuk biaya pemulangan yang memang jumlah mata uangnya tinggi sekitar $ 8.500 atau sekitar 138 juta. Dan bagi kita yang tidak berkemampuan ini dengan pertolongan yang sangat besar pada saya," jelas Lanniari.
Lanniari mengaku masih ingin mengetahui penyebab kematian anaknya.
"Untuk saya pribadi, saya memang ingin menuntaskan apa penyebab kematiannya. Saya ingin menelusuri ini semua, siapa yang bawa dia ke sana dan macam Christopher ada peranan sindikat ini. Pribadi saya sendiri akan telusuri setelah masa berduka hilang," ucapnya.
Kasus Nazwa
Nazwa mengaku kepada Lanniari akan mengikuti wawancara kerja bersama teman PKL yang berasal dari sekolah lain pada Selasa (27/5). Lalu Nazwa izin untuk mengikuti wawancara kedua pada Kamis (29/5). Lanniari pun mengizinkan.
Nazwa berangkat subuh-subuh, saat itu Lanniari masih tidur. Namun siang hari, tiba-tiba Nazwa mengirimkan foto suasana bandara di Thailand.
"Siangnya saya telepon sama juga kata dia, WA aja, sorenya saya telepon nggak angkat, sampai sejam tuh nggak diangkat. Karena khawatir kan saya, jadi saya telepon nggak angkat dia tunjuki gambar airport Thailand, saya pingsan saya jerit, tetangga dateng," katanya.
Diduga korban bertemu dengan Christopher, kenalan dari ibu korban. Christopher adalah teman Lanniari saat berada di Malaysia.
"Ya, dia bilang besok pagi Pak Chris ada di Kamboja, saya dengar dia mau buka perusahaan baru. Di Malaysia sudah tutup, Chris itu teman saya juga dulu. Jadi saya tanya dia apakah Nazwa ada kontak, katanya ada, katanya di Thailand," kata dia.
Lannuari mengatakan, Christopher pernah datang ke Medan dan menemuinya di rumah. Christopher hendak menikahi Lanniari dan membuka usahanya di Indonesia.
"Datang ke Medan, dia iming-imingi saya katanya mau kawin dengan saya, karena mau buka usaha di Indonesia," kata Lanniari.
Namun ternyata Christopher malah mengajak Nazwa ke Kamboja. Lanniari lalu mencoba menghubungi dan menanyakan tentang anaknya yang dibawa Christopher.
"Kenapa bawa anak saya tanpa permisi dengan saya, di situ dia langsung blok saya, dan itu bulan 6, saat itu Nazwa tinggal dengan Christopher," jelasnya.
Pada tanggal 12 Agustus 2025, Lanniari menerima kabar bahwa Nazwa sudah meninggal dunia karena overdosis obat paracetamol.
