Jepang Rayakan 71 Tahun Pasukan Bela Diri, Soroti Sinergi Pertahanan dengan RI

5 November 2025 7:19 WIB
ยท
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jepang Rayakan 71 Tahun Pasukan Bela Diri, Soroti Sinergi Pertahanan dengan RI
Kedutaan Besar Jepang di Indonesia menggelar Resepsi Hari Jadi Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) ke-71.
kumparanNEWS
Resepsi Hari Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) di Bali Room, Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (4/11). Foto: Nadia Riso/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Resepsi Hari Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) di Bali Room, Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (4/11). Foto: Nadia Riso/kumparan
Kedutaan Besar Jepang di Indonesia menggelar Resepsi Hari Jadi Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) ke-71 yang digelar di Bali Room, Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (4/11). Acara itu dihadiri sejumlah tamu undangan, di antaranya Menteri Agama Nazaruddin Umar, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamuddin, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno, dan Meutia Hatta. Sementara Kementerian Pertahanan dihadiri oleh Staf Ahli Menhan Bidang Politik Mayjen Helda Risman, mewakili Menhan Sjafrie Sjamsoeddin yang berhalangan hadir.
Dalam sambutannya, Kuasa Ad Interim Jepang untuk RI Myochin Mitsuru mengatakan JSDF sejak berdiri pada 1 Juli 1954 telah berkontribusi tidak hanya pada kemerdekaan Jepang, tapi juga pada perdamaian, kesehatan, dan stabilitas komunitas internasional di tengah perubahan lingkungan keamanan internasional.
"Indonesia yang merupakan negara maritim seperti Jepang adalah kekuatan utama yang berada di lokasi strategis di wilayah Indo Pasifik dan mitra strategis komprehensif kami berbagi nilai dan prinsip fundamental. Seiring dengan semakin menantangnya lingkungan keamanan di wilayah, kerja sama antara Jepang dan Indonesia untuk menjaga keamanan dan stabilitas semakin penting. Berdasarkan ini, pertukaran pertahanan antara kedua negara telah meningkat secara signifikan," kata Myochin dalam sambutannya, dikutip Rabu (5/11).
Myochin mencontohkan kerja sama dan komunikasi tingkat tinggi yang lebih sering antara otoritas pertahanan kedua negara. Pada tahun ini, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin telah bertemu dengan dua Menhan Jepang, yaitu mantan Menhan Gen Nakatani pada awal Januari dan Menhan Jepang saat ini Shinjiro Koizumi pada 1 November yang lalu di Malaysia.
Resepsi Hari Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) di Bali Room, Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (4/11). Foto: Nadia Riso/kumparan
"Pada April dan Agustus, Kepala Staf Gabungan JSDF mengunjungi dan membangun hubungan kepercayaan dengan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Pada September, KSAU Laksamana Muhammad Ali mengunjungi Jepang dan menggelar pertemuan bilateral dengan Kepala Staf Pasukan Bela Diri Jepang," ungkapnya.
Peningkatan kerja sama pertahanan kedua negara, lanjut Myochin, juga terlihat dari partisipasi pasukan Jepang dalam latihan gabungan militer terbesar Indonesia, Super Garuda Shield, pada Agustus hingga September tahun ini. Ini merupakan partisipasi keempat Jepang sejak 2022.
"Yang paling menonjol adalah partisipasi aset dari Pasukan Bela Diri Laut dan Udara, Kapal Angkut Osumi, dan Pesawat Angkut C-130 dalam latihan gabungan sebagai tambahan dari Pasukan Bela Diri Darat Jepang. Jumlah personel yang berpartisipasi mencapai 600 orang," tuturnya.
Sementara terkait pertukaran masyarakat, Jepang menginisiasi program bagi taruna perwira TNI untuk belajar di Akademi Pertahanan Nasional Jepang sejak 1998.
"Ini melambangkan kerja sama pendidikan bersejarah antara kedua negara. Hari ini, personel militer Indonesia dengan tekun menempuh pendidikan tidak hanya di tingkat sarjana tapi juga untuk program magister dan doktoral. Jumlah total lulusan kini mencapai 70 orang. Kehadiran mereka membentuk pilar bagi pengembangan hubungan kedua negara dan mewakili generasi pemimpin masa depan," pungkasnya.
Resepsi Hari Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) di Bali Room, Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (4/11). Foto: Nadia Riso/kumparan
Sementara itu, Staf Ahli Menhan Bidang Politik Mayjen Helda Risman yang mewakili Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan apresiasi atas kerja sama JSDF, khususnya dalam menegakkan perdamaian dan stabilitas di kawasan. Di tengah tantangan global, Helda mengatakan Indonesia dan Jepang memiliki pandangan strategis yang sama.
"Bahwa perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan harus diupayakan melalui dialog, kerja sama, dan kepatuhan terhadap hukum internasional. Oleh karena itu, kerja sama pertahanan kita menjadi pilar penting dalam memajukan visi ini," kata Helda.
Lebih lanjut, Helda menyatakan Indonesia menyambut baik Prakarsa Bantuan Keamanan Jepang yang akan memberikan hibah kapal patroli berkecepatan tinggi pada TNI AL. Helda juga mengapresiasi komitmen berkelanjutan Jepang untuk memperkuat kapasitas regional dalam operasi bantuan kemanusiaan dan tanggap bencana.
"Kerja sama pendidikan pertahanan kita terus berjalan lancar, yang berkontribusi pada ikatan profesional yang lebih kuat di antara para perwira kita. Indonesia menghargai dukungan berkelanjutan Jepang di bidang ini. Kami menyampaikan rasa terima kasih kepada Sasakawa Peace Foundation atas program-program berharganya yang telah memperkuat hubungan antarmasyarakat antara perwira TNI dan JSDF di luar latihan militer formal," ujarnya.
"Ke depannya, Indonesia dan Jepang memiliki banyak peluang untuk memperdalam kerja sama di beberapa bidang prioritas dengan memperluas kerja sama di bidang teknologi dan industri pertahanan, termasuk penelitian, pengembangan, dan inovasi. Dengan memperkuat program pertukaran profesional, pendidikan, dan pelatihan bersama antar personel pertahanan kita," pungkasnya.
Trending Now