JK Bicara di World Peace Forum: Tidak Ada Orang yang Mau Jadi Korban Perang
10 November 2025 13:59 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
JK Bicara di World Peace Forum: Tidak Ada Orang yang Mau Jadi Korban Perang
Menurut JK, setiap aspek kehidupan manusia sejatinya adalah simbol perdamaian, termasuk dalam kegiatan beribadah.kumparanNEWS

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menghadiri pembukaan Forum Perdamaian Dunia ke-9 atau World Peace Forum yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (10/11).
JK menekankan pentingnya agenda yang berlangsung pada 9-11 November ini. Ia menilai, tak ada satu pun manusia yang ingin hidup di tengah perang.
โTentu semua orang berpikir tentang kehidupan yang damai. Tidak ada orang yang berpikir untuk (menjadi) korban perang kan,โ ujar JK dalam sambutannya.
Menurut JK, setiap aspek kehidupan manusia sejatinya adalah simbol perdamaian, termasuk dalam kegiatan beribadah.
โJadi bagaimana kita tiap hari mengucap salam itu berkali-kali mengucapkan peace. Salat kita, Assalamualaikum. Di mana-mana setiap ketemu orang, Assalamualaikum. Itu kan doa tentang kedamaian,โ kata JK.
โJadi inti daripada kehidupan kita itu damai. Maka dengan bicara ini memberikan spirit kita semua untuk bagaimana membikin kedamaian dunia ini,โ lanjutnya.
Ketua Dewan Masjid Indonesia ini menilai, pelaksanaan forum di Jakarta menjadi simbol bahwa Indonesia berada di garda depan dalam memperjuangkan perdamaian dunia. Ia menyinggung upaya serupa yang telah dibawa Presiden Prabowo Subianto di forum internasional.
โYa, tentu kita berusaha (untuk menjadi yang terdepan). Presiden kan juga berusaha untuk itu di PBB,โ ucap JK.
Forum Perdamaian Dunia ke-9 digelar oleh Centre of Dialogue Among Civilization (CDCC). Chairman CDCC, Din Syamsuddin, menjelaskan forum tersebut merupakan gerakan moral dari berbagai tokoh dunia yang memiliki komitmen terhadap perdamaian.
โSebenarnya dan sejatinya adalah gerakan moral dari para pencipta perdamaian di dunia. Karena kami bukan pemerintah, bukan negara, maka berada pada tataran moral untuk menyebarkan ide-ide sebagaimana Pak Jusuf Kalla katakan tentang pentingnya perdamaian,โ ujar Din.
Ia mengatakan, tema utama forum ini adalah One Humanity, One Destiny, One Responsibility atau satu kemanusiaan, satu tujuan, satu tanggung jawab. Forum ini mempertemukan para peacemaker lintas agama, negara, dan profesi.
Din menambahkan, forum tahun ini juga menyoroti nilai-nilai Islam dan Tiongkok sebagai jalan tengah bagi perdamaian dunia.
โTentu nanti lembaga yang menyelenggarakannya dan organisasi masing-masing mengarusutamakan pentingnya apa yang kami sebut tentang jalan tengah, the middle path,โ kata Din.
โDari Islam, wasathiyatul Islam, dan dari Konfusianisme Tionghoa, yang ternyata artinya kerja sama dalam moderasi untuk kesejahteraan bersama,โ tandasnya.
Selain JK, acara ini dihadiri juga oleh tokoh-tokoh dari negara luar, termasuk Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta, eks Presiden Kosovo Atifete Jahjaga, serta perwakilan dari Al-Azhar, Organisasi Kerja Sama Islam, dan Religions for Peace Asia.
