Jokowi Pidato di Bloomberg Economy Forum: Pakai Bahasa Inggris-Bicara Perubahan
21 November 2025 16:33 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Jokowi Pidato di Bloomberg Economy Forum: Pakai Bahasa Inggris-Bicara Perubahan
Jokowi diundang dalam forum internasional ini karena merupakan salah satu Dewan Penasihat Bloomberg.kumparanNEWS

Presiden ke-7 Jokowi berpidato dalam hari terakhir Bloomberg Economy Forum di Singapura, Jumat (21/11). Jokowi menggunakan jas formal berwarna abu disertai peci hitam.
Jokowi diundang dalam forum internasional ini karena merupakan salah satu Dewan Penasihat Bloomberg.
Jokowi berpidato menggunakan bahasa Inggris. Ia memulai pidatonya dengan bicara soal perubahan dan momen ketika dirinya menjadi Presiden RI pada 2014.
"Saya sangat senang berbicara di depan Anda hari ini. Ketika saya melihat kembali ke perjalanan Indonesia selama beberapa dekade, saya melihat satu ajaran yang jelas. Perubahan tidak pernah mudah, tetapi perubahan adalah seharusnya," kata Jokowi.
"Ketika saya menjadi Presiden, terlebih dahulu saya memiliki pertanyaan sederhana. Bagaimana kita bisa membangun ekonomi kuat untuk 280 juta orang? Kami tahu bahwa tidak ada jangkauan," tambah dia.
Eks Wali Kota Solo ini menyebut, demi mendongkrak ekonomi, Jokowi selama 10 tahun memimpin Indonesia memfokuskan pada pembangunan. Termasuk digitalisasi. Ia menekankan, tanpa infrastruktur kuat, ekonomi tidak bisa berkembang.
"Dan hari ini, kami memiliki alasan kuat mengapa membangun infrastruktur dan memperkenalkan regulasi sangat penting sebelum berpindah ke ekonomi kecerdasan," ucap Jokowi.
Pentingnya Infrastruktur hingga AI
Jokowi menjelaskan pentingnya infrastruktur dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurutnya infrastruktur memberikan fondasi untuk konektivitas, jalan perumahan dan integrasi teknologi.
"Ini adalah alasan terbaik yang membuat ekonomi kecerdasan berjalan. Dan kedua, dengan regulasi yang tepat, ekosistem ini bisa berkembang lebih kuat dan lebih cepat, memungkinkan inovasi, teknologi, dan perusahaan, untuk berkembang," kata Jokowi.
Jokowi lantas bicara terkait kondisi saat ini yang menurutnya sudah masuk dalam era ekonomi kecerdasan imbas artificial intelligence. Banyak yang meyakini pekerjaan manusia kelak akan tergantikan oleh AI.
Namun, Jokowi mengatakan, peluang pekerjaan tetap akan terbuka dan tidak akan hilang di tengah era ekonomi kecerdasan.
"Apakah peluang pekerjaan akan hilang dalam era ekonomi kecerdasan? Jawabannya adalah tidak. Saya benar-benar setuju bahwa peluang pekerjaan tidak akan hilang. Sebenarnya, saya percaya bahwa akan ada lebih banyak pekerjaan dan peluang yang akan datang jika kita memastikan orang kita siap untuk melakukannya," kata Jokowi.
"Kita harus memastikan mereka tahu dan belajar AI, coding, algoritma, dan juga tentang pembelajaran mesin. Ini adalah sesuatu yang penting. Kita harus memperkenalkan, mempersiapkan, dan melatih mereka untuk mendapatkan literasi dan kemampuan digital yang baik," tutur dia.
Jokowi menyebut, tidak hanya Indonesia kini seluruh negara di Asia Tenggara utamanya anak muda berlomba-lomba membangun startup hingga bisnis online.
"Unicorn baru sedang muncul. Jika Asia Tenggara tidak lagi hanya sebuah pasar, ia akan menjadi sebuah kuasa global. Unicorn berikutnya mungkin tidak datang dari Silicon Valley atau Shenzhen, tapi mungkin datang dari Jakarta, Singapura, Bangkok, Kuala Lumpur, Manila, atau Hanoi," kata Jokowi.
Eks Gubernur Jakarta ini mengatakan, perjalanan Indonesia menunjukkan bahwa transformasi memerlukan keberanian, persisten, dan percaya. Ia menyebut, Indonesia masih akan terus bertransformasi.
"Kita belum selesai. Kita masih membangun dengan fondasi kuat, inovasi, dan kolaborasi global. Indonesia dan Asia Tenggara akan terus berkembang dalam era baru ini. Dalam era baru ini ekonomi, kooperasi, dan kolaborasi adalah kunci untuk menjalankan ekonomi kecerdasan," kata Jokowi.
"Dan saya percaya bahwa dalam ekonomi baru ini, ekonomi kecerdasan, negara, perusahaan, dan masyarakat yang dapat menggabungkan kecerdasan ke pemerintahan, industri, dan sosial akan berkembang lebih baik dan lebih cepat. Dan saya juga percaya dalam 5 hingga 15 tahun berikutnya, akan ada revolusi robotik manusia besar. Dan akan ada revolusi AI besar," tutur Jokowi.
