Jujur Sedari Kecil: Kisah 6 Bocah SD Lapor Polisi Usai Temukan HP & SIM di Jalan

17 November 2025 15:12 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jujur Sedari Kecil: Kisah 6 Bocah SD Lapor Polisi Usai Temukan HP & SIM di Jalan
Nilai kejujuran harus ditanamkan sejak dini. Itulah yang dipegang teguh enam bocah SD Setu 02, Cipayung, Jakarta Timur. Mereka melapor polisi usai menemukan sebuah handphone dan SIM di jalan.
kumparanNEWS
Enam siswa SD Setu 02 Cipayung yang melapor polisi usai menemukan hp dan SIM tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (17/11/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Enam siswa SD Setu 02 Cipayung yang melapor polisi usai menemukan hp dan SIM tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (17/11/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan
Nilai kejujuran harus ditanamkan sejak dini. Itulah yang dipegang teguh enam bocah SD Setu 02, Cipayung, Jakarta Timur. Mereka melapor polisi usai menemukan sebuah handphone dan SIM di jalan.
Enam bocah SD itu, yakni Fatih, Farhan, Azka, Anugrah, Azami, dan Basten. Kisah mereka bermula ketika hendak melaksanakan salat Jumat di Masjid At-Tin, Jakarta Timur, pada 31 Oktober lalu.
"Ketika mereka mau salat Jumat mereka menemukan HP yang terjatuh," kata Tonggungan Lasmawati, guru keenam bocah itu, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (17/11).
Kata dia, Fatih dan Farhan yang pertama kali menemukan ponsel itu. Azami dan Azka yang melihat temuan tersebut langsung berupaya mengejar wanita sang pemilik handphone tersebut. Namun sayang, upayanya tak berhasil.
Bocah itu akhirnya memutuskan untuk mengembalikan ponsel tersebut ke kantor polisi terdekat. Rupanya, di perjalanan, mereka juga menemukan sebuah SIM.
"Yang menemukan SIM: Azka dan Anugrah," ungkap Tonggungan.
Dua barang tersebut kemudian mereka kembalikan melalui pihak kepolisian. Basten, sempat mengabadikan temuan mereka tersebut. Video Basten kemudian viral di sosial media.
"Memang mereka ini nggak ada keinginan untuk memiliki. Sebenarnya bisa aja sih dijual, tapi mereka nggak mau. Mereka selalu ngomong, 'kan ibu selalu bilang jujur itu adalah berlian'," ucap Tonggungan.
Enam siswa SD Setu 02 Cipayung yang melapor polisi usai menemukan hp dan SIM tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (17/11/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan
Guru SD Setu 02 Cipayung Tonggungan Lasmawati di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (17/11/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan
Dia menjelaskan, nilai kejujuran memang sudah diajarkan di bangku sekolah. Fatih cs yang masih duduk di kelas 6 SD itu sudah dibiasakan jajan di warung kejujuran.
"Jadi mereka memang ini sudah terbentuk dari kelas, kebetulan kami juga ada membentuk warung jujur di kelas. Jadi setahu saya mereka ini anak yang pemberani dan jujur," tuturnya.
Berkat aksi jujur dari enam bocah tersebut, Tonggungan mengapresiasinya dengan memberikan nilai plus untuk dua mata pelajaran.
"Saya berikan support, yaitu nilai PKN mereka dan nilai agama itu biar bagaimana kita guru kasih itu 95. Karena kejujuran adalah di atas segalanya," jelasnya.
Diundang ke KPK
Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (17/11/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan
Berkat aksi terpujinya, keenam bocah itu kini diundang KPK. Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, mengatakan mereka merupakan cerminan untuk menanamkan budaya jujur sejak dini.
"Jadi hari ini sesuai dengan trisula pemberantasan korupsi, yaitu adanya pendidikan pencegahan pemberantasan. Di dalam pendidikan yang diutamakan adalah kejujuran, membentuk sikap mentalitas moralitas yang tinggi supaya mereka antikorupsi," kata Ibnu.
Ibnu mengatakan, nantinya dengan keenam bocah itu akan dibuat suatu siniar (podcast). Hal ini dilakukan agar kejujuran mereka bisa dicontoh banyak orang.
"Jadi akan tersiar. Insyaallah bahwa KPK itu menghargai kejujuran. Dan memang kita program bersama," tuturnya.
Trending Now