Jurus Bupati Karawang Hidupkan Ekonomi Warga: Hadirkan Bazar UMKM Terlama di RI
3 September 2025 20:26 WIB
·
waktu baca 3 menit
Jurus Bupati Karawang Hidupkan Ekonomi Warga: Hadirkan Bazar UMKM Terlama di RI
Ratusan pedagang dari berbagai kecamatan tumpah ruah dalam Bazar UMKM Karawang.kumparanNEWS

Suasana semarak begitu terasa di Lapangan Karangpawitan, Karawang, sejak awal September 2025. Ratusan pedagang dari berbagai kecamatan tumpah ruah dalam Bazar UMKM Karawang.
Setiap sudut bazar menghadirkan keragaman produk khas Karawang—mulai dari kuliner tradisional, fesyen, kerajinan tangan, hingga produk olahan modern.
Bazar ini diketahui sebagai rangkaian HUT ke-392 Karawang yang jatuh pada 14 September 2025 mendatang.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyebut total 653 pelaku usaha ambil bagian dalam bazar UMKM ini—memperlihatkan wajah ekonomi kreatif Karawang yang kaya warna.
“Bazar ini bukan cuma ajang belanja, tetapi juga panggung ekonomi masyarakat. UMKM ini kan tulang punggung ekonomi Karawang, dan melalui momentum hari jadi kita ingin menorehkan sejarah, memberi ruang sebesar-besarnya bagi produk lokal," ujar Aep kepada kumparan, Rabu (3/9).
Kejar Rekor MURI
Aep merinci, terdapat 100 tenant yang disiapkan: 50 tenant kuliner, 11 tenant fesyen, 9 tenant kerajinan, 5 tenant produk digital, 6 tenant mentorship kecamatan, 3 tenant UMKM naik kelas, 5 tenant koperasi, dan 1 tenant PEKKA (Perempuan Kepala Keluarga).
Menariknya, Bazar UMKM ini diselenggarakan selama 14 hari berturut-turut, mulai tanggal 1-14 September 2025.
Durasi panjang inilah yang membuat Karawang menargetkan pemecahan rekor MURI sebagai bazar UMKM terlama di Indonesia.
"Insyaallah ini jadi kebanggaan bagi Kabupaten Karawang. Rekor MURI durasi 10 hari, kita 14 hari. Muri itu 400, sedangkan kita 600 lebih pelaku UMKM yang ikut serta," ungkap dia.
"Kami Pemda Karawang meminta restu kepada masyarakat, kalau terlaksana sampai selesai ini akan menjadi rekor MURI," seru Aep.
Jadi ajang rekreasi keluarga
Pantauan kumparan, lapangan ramai dipadati warga yang datang untuk mencicipi aneka kuliner atau yang sekadar nongkrong. Ada yang membawa anak-anak, ada pula yang bersama pasangannya masing-masing.
Transaksi di setiap stand juga bisa dilakukan melalui tiga mekanisme pembayaran berupa tunai, QRIS, maupun voucher belanja khusus ASN yang bernilai mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 50.000.
Febrian (42), seorang pengunjung asal Karawang Barat misalnya, sengaja datang bersama kawan-kawannya untuk berwisata kuliner.
"Asyik sih. Seru banyak jajanan yang tradisional juga ada," kata dia.
Pengunjung lainnya, Nila (52), mengaku terhibur adanya bazar UMKM ini. Apalagi produk-produk yang ditawarkan pun beragam, membuat ia dan keluarga tak cepat bosan berkeliling.
"Hitung-hitung rekreasi keluarga. Ini anak juga lagi cari kerudung yang bagus," tuturnya.
Senang UMKM bangkit
Seorang penjual bontot, Reza (26), mengaku senang atas gagasan Bupati Karawang yang mewadahi para pelaku UMKM. Terlebih produk yang ia tawarkan merupakan cemilan khas Rengasdengklok, Karawang.
"Jadi bisa kenalin produk sendiri, biar pada tahu Karawang juga punya makanan khas," katanya.
Reza mengaku mengetahui pendaftaran bazar ini dari media sosial Bupati Karawang melalui link pendaftaran.
Setelahnya, Dinkop UKM Karawang melakukan kurasi hingga akhirnya produk miliknya dinyatakan terpilih meramaikan bazar UMKM.
"Alhamdulillah sih kalau secara omzet naik sekitar 30 persen lah kalau dibanding jualan di Dengklok. Makasih banget pokoknya kita UMKM difasilitasin kayak gini, nanti sering-sering aja," kelakar Reza.
