Kabasarnas: Operasi Pencarian Korban KM Tunu Dialihkan ke Rutinitas, Tak Ditutup
21 Juli 2025 14:13 WIB
ยท
waktu baca 1 menit
Kabasarnas: Operasi Pencarian Korban KM Tunu Dialihkan ke Rutinitas, Tak Ditutup
Kabasarnas Marsda Mohammad Syafii memastikan upaya pencarian terhadap korban hilang dalam insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya tak dihentikan.kumparanNEWS

Kabasarnas Marsda Mohammad Syafii memastikan upaya pencarian terhadap korban hilang dalam insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya tak dihentikan.
"Jadi tidak pernah yang namanya operasi Badan SAR Nasional itu ditutup. Tidak pernah," kata Syafii di Kantor BMKG, Jakarta Pusat, Senin (21/7).
Dia menjelaskan, dalam sebuah operasi pencarian memang telah ditentukan waktunya. Namun, perpanjang bisa dilakukan apabila masih dibutuhkan.
Setelah operasi dinyatakan tak lagi efektif, upaya pencarian akan dialihkan melalui kegiatan rutin yang biasa dilakukan.
"Secara normatif sebenarnya operasi SAR dapat dihentikan selama 7 hari kerja. Namun dengan pertimbangan khusus, operasi bisa kita perpanjang sampai kali ini," ungkap Syafii.
"Dan operasi ini pasti akan kita hentikan pada saat sudah dinyatakan tidak efektif lagi atau sudah dinyatakan sudah bisa dialihkan ke operasi yang rutin kita laksanakan," tambah dia.
Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya rute Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, tenggelam di Selat Bali pada Rabu (2/7) pukul 23.35 WIB atau Kamis (3/7) pukul 00.35 WITA.
Kapal milik PT Raputra Jaya yang membawa 53 penumpang dan 12 kru ini diduga tenggelam akibat kebocoran di ruang mesin, lalu berujung terbalik. Sejumlah penumpang hingga saat ini masih dilaporkan hilang.
