Kamboja dan China Bakal Gelar Latihan Militer Gabungan Terbesar

14 Mei 2025 13:52 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kamboja dan China Bakal Gelar Latihan Militer Gabungan Terbesar
Dalam latihan gabungan militer terbesar ini, sebanyak hampir 900 pasukan dari China dan lebih dari 1.300 pasukan dari Kamboja akan berpartisipasi.
kumparanNEWS
Ilustrasi tentara China. Foto: JASON LEE/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tentara China. Foto: JASON LEE/AFP
Kamboja dan China memulai latihan militer gabungan terbesar pada Rabu (14/5). Hampir 900 pasukan militer China dan lebih dari 1.300 pasukan Kamboja ambil bagian dalam latihan yang berlangsung hingga 28 Mei 2025.
Dikutip dari AFP, latihan akan melibatkan alutsista tercanggih China seperti kendaraan lapis baja, helikopter, kapal perang, drone pengintai, dan anjing tempur robot.
Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja (RCAF) mengatakan, latihan tahunan ini untuk mengembangkan hubungan kerja sama yang lebih dalam antara pasukan kedua negara.
Seorang pejabat Polisi Militer Kamboja berjaga di dekat kapal latih Tiongkok Qijiguang yang berlabuh selama upacara penyambutan di pelabuhan Sihanoukville di provinsi Preah Sihanouk pada 19 Mei 2024. Foto: Stringer/AFP
"Latihan ini lebih besar dibandingkan tahun lalu, baik dari segi personel maupun peralatan," kata juru bicara RCAF Thong Solimo.
Solimo mengatakan, kapal angkatan laut China, Changbai Shan, berlabuh di Pangkalan Angkatan Laut Ream pada Minggu (12/5) lalu dengan membawa peralatan militer untuk latihan. Pangkalan Angkatan Laut Ream direnovasi oleh China.
Analis politik Kamboja, Ou Virak, mengatakan China ingin memamerkan kekuatannya sekaligus mengirim pesan bahwa negaranya adalah negara adikuasa lewat latihan tempur ini.
"China sudah pasti mencoba mengembangkan pengaruhnya di kawasan. Tidak hanya memamerkan kekuatan, China butuh membangun kepercayaan di antara mitranya untuk mengatakan kepada mereka bahwa China bertumbuh, China semakin kuat baik dari segi ukuran maupun kemajuan teknologi, termasuk kekuatan militernya," kata Ou Virak.
Bahkan, Kamboja disebut akan menerima dua kapal perang dari China.
Latihan militer yang disebut Golden Dragon ini pertama kali dilakukan pada 2016. Sementara pada 2017, Kamboja membatalkan latihan militer Angkor Sentinel, yang telah berjalan selama 7 tahun dengan militer AS.
Latihan militer Kamboja dan China ini merupakan tindak lanjut kunjungan Presiden Xi Jinping ke Kamboja pada April lalu untuk mempererat hubungan kedua negara.
Kamboja merupakan sekutu setia China. Kamboja menerima miliaran dolar investasi dari China.
Sementara, Washington mengungkapkan kekhawatiran bahwa Beijing menggunakan pangkalan angkatan laut Kamboja di Teluk Thailand untuk memperluas pengaruhnya di kawasan.
Trending Now