Kapal Nelayan di Indramayu Tenggelam di Laut Jawa, 3 ABK Hilang
16 Desember 2025 19:09 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Kapal Nelayan di Indramayu Tenggelam di Laut Jawa, 3 ABK Hilang
Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap tiga Anak Buah Kapal (ABK) KM Putri Lancar Samudera B GT-14 yang tenggelam di Perairan Laut Jawa, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. kumparanNEWS

Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap tiga Anak Buah Kapal (ABK) KM Putri Lancar Samudera B GT-14 yang tenggelam di Perairan Laut Jawa, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kapal nelayan tersebut dilaporkan tersapu ombak pada Senin (15/12) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.
Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue Pos SAR Cirebon, RBB Bandung 03, serta KM SAR Setyaki 202. Kapal tersebut diketahui berangkat dari Pelabuhan Eretan, Indramayu, pada Minggu (14/12) menuju daerah penangkapan ikan dengan membawa 17 ABK dan dinakhodai oleh Daspan.
โNamun dalam perjalanan, kapal diterjang ombak besar hingga menyebabkan kapal tenggelam dan seluruh ABK terjatuh ke laut.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan pencarian dilakukan menggunakan metode SAR Mission Planner (SARMEP) yang diberikan oleh Basarnas Command Center untuk memprediksi arah hanyut korban berdasarkan arus laut.
โโOperasi SAR ini kita laksanakan bersama tim SAR gabungan yang ada di wilayah Indramayu. Pencarian menggunakan aplikasi SARMEP untuk mengetahui kemungkinan pergerakan korban terbawa arus,โ kata Ade Dian kepada wartawan di Posko Basarnas di Karangsong Indramayu. Senin (16/12/2025).
โIa menjelaskan, operasi pencarian akan dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) Basarnas selama tujuh hari ke depan. Saat ini, masih ada tiga korban yang dinyatakan hilang dan menjadi target utama pencarian.
โโDari total 18 korban, alhamdulillah 15 orang sudah ditemukan dalam kondisi selamat. Masih ada tiga korban yang terus kami upayakan pencariannya,โ ujarnya.
โMenurut Ade, kondisi ketiga korban yang belum ditemukan masih belum dapat dipastikan. Tim SAR juga masih menggali keterangan dari para ABK selamat serta nelayan sekitar untuk memperjelas kronologi kejadian.
Terkait kendala di lapangan, faktor cuaca menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, operasi pencarian akan dilanjutkan pada Selasa pagi dengan mempertimbangkan kondisi laut yang lebih landai.
โ"Dalam operasi ini, SAR gabungan mengerahkan personel dari Basarnas, TNI, Polri, TNI Angkatan Laut, Polair, relawan, serta nelayan setempat," jelasnya.
โ"Sementara dari Basarnas sendiri, dua kapal dikerahkan, yakni RBB Bandung 03 dan KN SAR Setyaki 202," tutupnya.
โHingga saat ini, upaya pencarian masih terus dilakukan dengan menyisir perairan sekitar lokasi kejadian.
