Kapal Nelayan Tenggelam di Kepulauan Seribu, Satu Orang Meninggal Dunia
10 Oktober 2025 9:28 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Kapal Nelayan Tenggelam di Kepulauan Seribu, Satu Orang Meninggal Dunia
Peristiwa ini terjadi akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi yang menghantam kapal.kumparanNEWS

Sebuah kapal nelayan KM Usaha Baru tenggelam di sekitar perairan Pulau Bokor, Kelurahan Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Selasa (7/10) dini hari.
Peristiwa ini terjadi akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi yang menghantam kapal.
Kapusdatin BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Cituis pada Senin (6/10) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Saat berlayar menuju perairan Pulau Bokor, kondisi cuaca tiba-tiba memburuk hingga menyebabkan kapal tenggelam sekitar pukul 03.00 WIB.
βCuaca disekitar memburuk, angin kencang hingga KM Usaha Baru, dihantam ombak dan tenggelam.,β kata Yohan dalam keterangannya, Jumat (10/10).
7 Nelayan Selamat, 1 Tewas
Yohan menjelaskan, tim SAR gabungan langsung melakukan penyisiran di sekitar perairan Pulau Bokor. Pada hari pertama pencarian, tujuh nelayan berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
β4 Orang nelayan ditemukan selamat pada Selasa, 7 Oktober 2025, Pukul 07.30 WIB tidak jauh dari lokasi perahu tenggelam, dan dievakuasi oleh nelayan ke Desa Surya Bahari,β jelasnya.
β3 orang nelayan ditemukan Kembali dalam keadaan selamat pada Selasa, 07 Oktober 2025, Pukul 08.00 WIB dan dievakuasi oleh nelayan,β tambahnya
Namun, satu nelayan bernama Udin sempat dinyatakan hilang dan baru ditemukan pada Kamis (9/10) pukul 12.14 WIB dalam kondisi meninggal dunia.
βPencarian hari ke 3 ditemukan korban 1 Jiwa Pada Kamis, 09 Oktober 2025, Pukul 12:14 WIB dalam kondisi meninggal dunia,β ujar Yohan.
Tiga Hari Pencarian
Operasi pencarian dilakukan selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 Oktober 2025. Hari pertama berhasil menemukan tujuh korban selamat, sementara pencarian hari kedua dinyatakan nihil dan dilanjutkan kembali keesokan harinya.
Pencarian melibatkan sejumlah unsur gabungan dari BPBD DKI Jakarta, SAR Jakarta, TNI AL Pulau Untung Jawa, Polair, Damkar Pulau Pari, VTS Tanjung Priok, KPLP Cituis, TNI AL Tanjung Kait, hingga BAKAMLA.
Yohan menambahkan, tidak ada kerugian material dalam peristiwa ini.
Adapun korban selamat di antaranya Wahyudin (38) selaku nakhoda, Imron (23), Juli, Kartani (30), Wawan (40), Kacung (35), dan Kodok atau Mamat (35).
BPBD DKI kemudian mengimbau para nelayan untuk selalu memperhatikan informasi cuaca sebelum melaut.
βMasyarakat dapat memantau informasi resmi BPBD DKI melalui kanal media sosial kami dan menghubungi layanan darurat 112 bila terjadi keadaan genting,β pungkas Yohan.
