Kapal Perang AS Berlabuh di Trinidad & Tobago, Sinyal Serang Venezuela?
27 Oktober 2025 10:54 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Kapal Perang AS Berlabuh di Trinidad & Tobago, Sinyal Serang Venezuela?
Berlabuhnya kapal tersebut memunculkan kekhawatiran di Venezuela bahwa AS akan menyerang negara itu.kumparanNEWS

Kapal perusak berpeluru kendali milik Amerika Serikat (AS), USS Gravely, berlabuh di Trinidad dan Tobago pada Minggu (26/10). Venezuela naik pitam atas tindakan AS yang disebutnya sebagai provokasi militer.
Berlabuhnya kapal tersebut memunculkan kekhawatiran di Venezuela bahwa AS akan menyerang negara itu.
Saat ini, hubungan Venezuela dan AS tengah memanas. Ketegangan dipicu oleh perintah Presiden Donald Trump meluncurkan operasi militer untuk memberantas narkoba.
Operasi itu kerap menargetkan kapal Venezuela yang diduga membawa narkoba. Hingga kini, serangan AS masih dilakukan di perairan internasional.
Pasukan AS telah meledakkan sedikitnya 10 kapal yang mereka klaim menyelundupkan narkotika. Sejak September 2025, serangan AS terhadap kapal-kapal itu menewaskan 43 orang.
Trump berulang kali mengancam akan menyerang wilayah Venezuela. Presiden NicolΓ‘s Maduro menyebut tindakan AS sebagai upaya menggulingkan kekuasaannya.
Adapun Trinidad dan Tobago, tempat kapal perang AS berlabuh, hanya berjarak sekitar 11 kilometer dari perbatasan Venezuela.
AS menyebut kehadiran kapal perang USS Gravely bertujuan untuk latihan bersama dengan aparat keamanan Trinidad dan Tobago. Rencananya, kapal itu akan berada di sana selama empat hari.
Venezuela Marah
Sementara itu, Pemerintah Venezuela menyatakan kemarahan atas keputusan AS mengirimkan kapal perang ke negara tetangganya tersebut.
βIni adalah provokasi militer dari Trinidad dan Tobago yang berkoordinasi dengan CIA, bertujuan memicu perang di Karibia,β demikian pernyataan resmi Pemerintah Venezuela.
βKami telah menangkap sekelompok tentara bayaran terkait CIA setelah Trump mengizinkan operasi rahasia terhadap Venezuela,β lanjut pernyataan itu.
Sebelum USS Gravely, AS juga telah mengirim kapal induk terbesar ketiga di dunia, USS Gerald R. Ford, ke perairan internasional di sekitar Venezuela.
