Kapolres Mojokerto: Jangan Jadikan Pacet Tempat Buang Jenazah!

8 September 2025 12:50 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolres Mojokerto: Jangan Jadikan Pacet Tempat Buang Jenazah!
"Jangan jadikan Kecamatan Pacet tempat untuk membuang jenazah. Sudah 4 kali selama 1 tahun saya berada di sini, semua kami ungkap," kata Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto.
kumparanNEWS
Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto di Mapolres Mojokerto, Jawa Timur, Senin (8/9/2025). Foto: Mili.id
zoom-in-whitePerbesar
Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto di Mapolres Mojokerto, Jawa Timur, Senin (8/9/2025). Foto: Mili.id
Tiara Angelina Saraswati (25 tahun) dibunuh dan dimutilasi ratusan potongan (sebelumnya tertulis 66 potongan), oleh pacarnya, Alvi Maulana (24), di kos di Kota Surabaya. Tiara dan Alvi tinggal bersama di kos tersebut.
Pembunuhan dan mutilasi dilakukan Alvi pada Minggu (31/8) pukul 02.00 WIB. Alvi lalu ke Kabupaten Mojokerto, tepatnya Kecamatan Pacet, membuang potongan-potongan tubuh Tiara.
Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto meradang atas temuan potongan tubuh mutilasi itu.
"Dan saya ingatkan, jangan jadikan Kecamatan Pacet tempat untuk membuang jenazah. Sudah 4 kali selama 1 tahun saya berada di sini, semua kami ungkap dan peristiwa 338 (pembunuhan)-nya bukan di wilayah Pacet," ujar Ihram dalam konpers di Polres Mojokerto, Senin (8/9).
Tiara Angelina Saraswati. Foto: Dok. Istimewa
Ihram melanjutkan, "Nauzubillah min dzalik, saya pastikan Pacet adalah tempat yang indah, Pacet adalah nuansa alam, Pacet adalah milik alam semesta beserta isinya."
"Saya pastikan kepada pelaku-pelaku yang akan menjadikan Pacet tempat pembuangan terakhir, selama saya masih menjadi Kapolres Mojokerto, saya pastikan saya tangkap orang tersebut," kata Ihram.
Pacet terletak di lereng Gunung Welirang dan Anjasmoro. Daerah pegunungan ini memiliki kontur geografis berupa jurang yang dalam, hutan lebat, dan jalanan yang curam. Beberapa jalur di Pacet, seperti rute Cangar, dikenal memiliki tanjakan dan tikungan yang ekstrem serta minim penerangan.
Menurut Ihram, Alvi membuang potongan tubuh Tiara dari tas layaknya membuang kotoran. "Sambil berjalan, dibuang dan dilempar," katanya.

Keji

Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto di Mapolres Mojokerto, Jawa Timur, Senin (8/9/2025). Foto: Stevi Wibowo/ANTARA FOTO
Ihram pun ditanya wartawan apakah perbuatan Alvi termasuk yang paling sadis? Ia menjawab:
"20 tahun saya jadi polisi dari Ipda sampai AKBP, baru kali ini saya lihat serpihan potongan tubuh manusia diperlakukan layaknya hewan yang hendak digunakan santapan. Diperlakukan betul-betul menjadi kecil-kecil. Nanti kita bisa lihat dokumentasi barang bukti yang bisa Saudara lihat," ujar Ihram.
Ihram pun kemudian menunjukkan barang bukti kasus ini, utamanya pisau besar dan palu.

Profil Tiara dan Alvi

Alvi Maulana di Mapolres Mojokerto, Senin (8/9/2025). Foto: Dok. Istimewa
Tiara berasal dari Kecamatan/Kota Lamongan; sedangkan Alvi berasal dari Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Mereka berpacaran sejak kuliah di Universitas Trunojoyo, Madura. Usia pacaran sudah 4 tahun.
Lulus kuliah, mereka sama-sama tinggal di kamar kos di Surabaya.
Alvi, menurut tetangga kos, bekerja sebagai ojek online (ojol); tapi menurut polisi, bekerja serabutan namun pernah jadi tukang jagal hewan.
Belum ada keterangan soal apa pekerjaan Tiara, tetangga menyebut ia masih menganggur. Tiara merupakan anak penjual es di Lamongan.
Kos Tiara dan Alvi di Lidah Wetan, Surabaya. Foto: Mili.id
โ€” โ€” โ€”
#JagaIndonesiaLewatFakta kumparan mengajak masyarakat lebih kritis, berperan aktif, bijak, dan berpegang pada fakta dalam menghadapi isu bangsa, dari politik, ekonomi, hingga budaya. Dengan fakta, kita jaga Indonesia bersama.
Trending Now