Kasus Gigitan HPR Capai 49 Ribu, Dinkes Bali: Stok VAR Aman, Ada 48.505 Vial

2 Oktober 2025 19:31 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kasus Gigitan HPR Capai 49 Ribu, Dinkes Bali: Stok VAR Aman, Ada 48.505 Vial
Vaksin anti-rabies atau VAR tersedia di seluruh fasilitas kesehatan di bawah Dinkes Bali.
kumparanNEWS
Ilustrasi anjing liar. Foto: AFP/SAM PANTHAKY
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anjing liar. Foto: AFP/SAM PANTHAKY
Dinas Kesehatan Bali mencatat ada 49.094 orang digigit hewan penular rabies (HPR) sejak Januari sampai 26 September 2025. Para pasien sebagian besar digigit anjing.
Dinkes menyebut seluruh fasilitas kesehatan telah siap melayani kasus gigitan hewan penular rabies. Hampir seluruh kabupaten/kota juga telah memiliki pusat layanan rabies.
"Seluruh puskesmas dan RSUD sudah siap untuk melaksanakan tata laksana setiap kasus rabies," kata Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. I Gusti Ayu Raka Susanti saat dihubungi, Kamis (2/10).
Ayu Raka memastikan ketersediaan vaksin anti-rabies atau VAR tersedia di seluruh fasilitas kesehatan di bawah Dinkes Bali. Jumlah ketersediaan VAR saat ini mencapai 48.505 vial.
"Stok VAR cukup untuk memenuhi kebutuhan bila ada kasus gigitan yang memerlukan VAR. Jumlah VAR di seluruh kab/kota dan buffer di Dinkes ada 48.505 vial," katanya.
Dia mengimbau warga untuk memberikan vaksinasi kepada hewan peliharaan yang menjadi penular rabies seperti anjing. Untuk mencegah, dia merekomendasikan agar warga menghindari tergigit anjing diduga mengidap rabies.
Apabila tergigit hewan penular rabies disarankan mencuci luka selama 15 menit dengan air mengalir lalu menuju rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
"Nanti di puskesmas atau rumah sakit akan ditata laksana, akan diwawancara apakah cukup dibersihkan lukanya, kemudian apakah ditindaklanjuti dengan pemberian vaksin anti rabies atau sirup antirabies," sambungnya.

Kasus Tertinggi di Badung

Kasus paling tinggi tercatat di Kabupaten Badung dengan jumlah 8.664 kasus, disusul Kota Denpasar 6.949 kasus, Gianyar 6.054 kasus, Tabanan 5.921 kasus, Karangasem 5.709 kasus, Buleleng 5.307 kasus.
Kemudian, Kabupaten Jembrana 4.550 kasus, Klungkung 3.218 kasus, dan Kabupaten Bangli 2.722 kasus. Menurutnya, kasus rabies tinggi di wilayah Badung, Denpasar dan Gianyar karena mobilitas penduduk yang tinggi.
Rata-rata ada 182 kasus rabies setiap hari sepanjang tahun 2025 ini. Sedangkan, jumlah kasus meninggal adalah 12 orang. Bila dibandingkan tahun 2024 lalu, jumlah kasus gigitan rabies mencapai 58.234 kasus dan jumlah kasus meninggal ada 7 kasus.
Trending Now