Kasus Sekeluarga Tewas: Cerita Tetangga soal Pertemuan Terakhir dengan Korban

3 Januari 2026 19:36 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kasus Sekeluarga Tewas: Cerita Tetangga soal Pertemuan Terakhir dengan Korban
Malam sebelum peristiwa tragis menimpa keluarga Siti Solihah di Warakas, Jakarta Utara, tetangga mengaku sempat bertemu dengan anak sulung korban, Afiah Al Adilah Jamaludin (28).
kumparanNEWS
TKP Rumah kontrakan kasus kematian sekeluarga di Warakas, Jakarta Utara, Jumat (2/12). Foto: Rayyan/Kumparan
zoom-in-whitePerbesar
TKP Rumah kontrakan kasus kematian sekeluarga di Warakas, Jakarta Utara, Jumat (2/12). Foto: Rayyan/Kumparan
Malam sebelum peristiwa tragis menimpa keluarga Siti Solihah di Warakas, Jakarta Utara, tetangga mengaku sempat bertemu dengan anak sulung korban, Afiah Al Adilah Jamaludin (28).
Cerita tersebut disampaikan oleh Bagas, tetangga korban, saat ditemui di Warakas, Jakarta Utara, Sabtu (3/1).
β€œIya tanggal 1 malam-malam tuh. Kebetulan aku kan habis nganterin tukang ngurut,” kata Bagas.
TKP Rumah kontrakan kasus kematian sekeluarga di Warakas, Jakarta Utara, Jumat (2/12). Foto: Rayyan/Kumparan
Ia mengaku bertemu secara tidak sengaja dengan anak sulung korban di jalan sekitar rumah. β€œTerus ketemu enggak sengaja di jalan, aku panggil kak. Udah sampai situ doang sih,” ujarnya.
Bagas menegaskan, tidak ada tanda-tanda mencurigakan saat pertemuan singkat tersebut.
β€œJadi aku pikir ya nggak ada apa-apa, enggak ada masalah gitu. Karena emang kita selama bertetangga juga nggak ada apa pun gitu,” jelasnya.
Makam tiga anggota keluarga yang tewas di TPU Rorotan, Jakarta Utara, Sabtu (3/1/2026). Foto: Rayyan/Kumparan
Bagas memperkirakan pertemuan itu terjadi pada malam hari.
β€œYa paling ya around 8 sampai sekitar 9 lah,” ucapnya.
Sementara itu, Aryuni Wulan Febri (51), menceritakan bahwa Alfiah dan Abdullah Syauqi Jamaludin (23) sehari-hari berjualan es teh.
β€œSauqi itu yang nomor tiga kan sama mbaknya yang meninggal, nomor satu itu kan berjualan es ya. Jadi kita kalau ketemu ya paling sekedar sayhello aja,” ujarnya.
Aryuni Wulan Febri (51) tetangga Keluarga Siti Soliha di Warakas, Jakarta Utara, Sabtu (3/1/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
Wulan juga menceritakan kondisi korban selamat, Abdullah Syauqi Jamaludin, saat pertama kali dilihat tetangga lain usai kejadian.
Wulan menyebut, Syauqi sempat terlihat sadar meski tampak linglung. β€œSadar, kan saya tanya, ini kenapa ibu, nggak tahu gitu,” ujar Aryuni.
β€œKayak pandangannya kosong, kayak bingung gitu lah,” tambahnya.
Menurut Wulan, Syauqi kemudian pingsan saat hendak dievakuasi oleh petugas medis.
β€œNah, pas medis datang itu baru diangkat keluar dah pingsan atau apa ga ngerti saya,” katanya.
Diketahui, tiga anggota keluarga yakni Siti Solihah, Afiah Al Adilah Jamaludin, dan Adnan Al Abrar Jamaludin telah dimakamkan di TPU Rorotan, Jakarta Utara.
Polisi masih mendalami penyebab kematian dan menunggu hasil pemeriksaan toksikologi untuk memastikan ada tidaknya unsur racun dalam peristiwa tersebut.
Trending Now