
BPBD Kabupaten Tegal, Jateng, buka suara terkait klaim salah satu warga yang mengaku menemukan batu meteor. BPBD memastikan tidak ada laporan jatuhnya meteor di Tegal.
Batu meteor itu diklaim ditemukan oleh warga Desa Jatilaba, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, bernama Wasroni (50). Ia mengaku menemukan batu itu pada Minggu (5/10) malam.
Pada Minggu (5/10) malam itu memang muncul cahaya dan dentuman yang terdengar di wilayah Cirebon, Jawa Barat. Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sudah memastikan cahaya dan dentuman itu memang berasal dari meteor yang melintasi langit Cirebon lalu jatuh di Laut Jawa, bukan permukiman penduduk.
Jarak Tegal-Cirebon sekitar 80 km.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tegal, M Afifudin mengatakan, pihaknya belum menerima laporan tentang adanya batu meteor yang jatuh di wilayah Desa Jatilaba, Kecamatan Margasari.
"Nggak ada laporan, nggak mungkin meteor jatuh di Jatilaba, nggak ada laporan. Kemarin kan sudah rilis dari BRIN meteor jatuh di daerah Cirebon, bukan Tegal," ujar Afif saat dihubungi, Kamis (9/10).
Ia membenarkan pada Minggu (5/10) malam itu warga di Kabupaten Tegal memang melihat ada cahaya dan mendengar dentuman. Namun, tidak ada laporan meteor yang jatuh di wilayahnya.
"Di Kabupaten Tegal hanya mendengar ada suara dentuman saja, ada cahaya di langit sekitar langit Kabupaten Tegal sebelah barat," kata Afif.
