Kata Dinkes Soal 6 Turis Diare-Muntah & 1 Tewas saat Menginap di Hostel di Bali
22 November 2025 17:50 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
Kata Dinkes Soal 6 Turis Diare-Muntah & 1 Tewas saat Menginap di Hostel di Bali
Dinas Kesehatan Kabupaten Badung buka suara mengenai 7 turis asing mengalami diare dan muntah saat menginap sebuah kamar hostel di Canggu.kumparanNEWS

Tujuh turis asing mengalami diare dan muntah-muntah saat menginap di hostel kawasan Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Bahkan 1 di antaranya sampai tewas.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Badung, Made Padma Puspita, menjelaskan bahwa tim kesehatan turun ke lokasi langsung saat laporan diterima, yakni sehari setelah korban meninggal.
Dinkes memeriksa kondisi lingkungan hostel, fasilitas kamar dan kamar mandi, serta informasi pendukung dari pengelola dan fasilitas kesehatan yang sempat menangani para wisatawan.
βKami tidak bisa memastikan penyebab pasti keluhan para wisatawan tersebut, karena sebagian besar sudah check out dan pulang ke negara asal sehingga pemeriksaan sampel klinis tidak dapat dilakukan,β ujar Padma.
Dari pemeriksaan lapangan, diketahui bahwa satu kamar hostel ditempati 4 hingga 16 orang dengan penggunaan kamar mandi secara bergantian.
Menurut Padma, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penularan penyakit apabila kebersihan tidak optimal.
Namun, Dinkes menegaskan bahwa analisis ini bersifat indikatif dan bukan penetapan penyebab pasti, karena penyebab hanya dapat dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium pada pasien.
Terkait wisatawan yang meninggal, dijelaskan Padma, informasi dari fasilitas kesehatan dan kepolisian menyebutkan bahwa terdapat tanda iritasi pada saluran pencernaan yang dapat menyebabkan diare dan kekurangan cairan.
βPenetapan penyebab kematian merupakan kewenangan dokter pemeriksa dan rumah sakit yang melakukan autopsi,β ujar Padma.
β(Korban berinisial) DZ (yang tewas) sempat dibawa ke klinik oleh karyawan hostel, namun menolak perawatan lanjutan dengan alasan biaya dan memilih beristirahat sendiri di kamar hostel,β katanya.
Padma menegaskan bahwa wisatawan tidak perlu khawatir mengenai pembiayaan ketika berada dalam kondisi medis darurat. βRumah sakit dapat membantu mencari solusi, termasuk melakukan koordinasi dengan konsulat atau kedutaan besar,β jelasnya.
Dinkes Badung juga telah bertemu dengan perwakilan Konsulat Jenderal Tiongkok di Denpasar untuk memberikan penjelasan terkait kasus ini.
Sebagai langkah tindak lanjut, Dinas Kesehatan Kabupaten Badung telah mengimbau pengelola hostel untuk meningkatkan kebersihan, memperbaiki sanitasi, serta menyediakan mekanisme penanganan darurat bagi tamu yang mengalami kondisi kesehatan mendesak.
βKami mengajak seluruh pengelola akomodasi, baik hostel maupun rumah sewa yang kini banyak digunakan sebagai tempat inap, untuk lebih memperhatikan sanitasi dan kesehatan tamu. Bila terjadi keluhan kesehatan, segera hubungi fasilitas kesehatan pemerintah atau Safety Center kami,β ujar Padma.
Identitas Korban
Dalam kasus ini, Deqing Zhuoga yang merupakan turis perempuan berusia 25 tahun asal China tewas pada Selasa (2/9).
Sedangkan 6 turis lainnya sempat menjalani perawatan dan telah kembali ke negara asalnya, mereka adalah WN China Mingmin Lei (perempuan, 37 tahun), WN Jerman Melanie Irene (perempuan, 22 tahun), WN Jerman Alisa Kokonozi (perempuan, 22 tahun).
Lalu WN Arab Saudi Alahmadi Yousef Mohammed (laki-laki, 26 tahun), WN Filipina Cana Clifford Jay (laki-laki, 27 tahun), dan WN China Zhou Shanshan (perempuan, 29 tahun).
