Kata Tutut Usai Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Untuk Soeharto
10 November 2025 11:06 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Kata Tutut Usai Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Untuk Soeharto
Presiden ke-2 Soeharto resmi menjadi pahlawan nasional. kumparanNEWS

Presiden ke-2 Soeharto resmi menjadi pahlawan nasional. Soeharto dianugerahi pahlawan nasional oleh Presiden Prabowo Subianto, Senin (10/11).
Almarhum Soeharto diwakili oleh anak-anaknya yakni Siti Hardijanti Rukmana (Tutut) dan Bambang Trihatmodjo. Selain itu, Titiek Soeharto hadir dalam penganugerahan di Istana Negara, Jakarta.
Tutut usai penganugerahan pahlawan nasional memberikan keterangan mewakili keluarga Cendana. Ia mengatakan, wajar jika ada pro-kontra dan pihak keluarga tidak mau ambil pusing.
"Ya pro-kontra masyarakat Indonesia itu kan macem-macem, ada pro dan kontra itu wajar-wajar saja. Yang penting kan kita melihat apa yang telah dilakukan Bapak saya dari sejak muda sampai beliau wafat itu semua perjuangannya untuk bangsa dan negara dan masyarakat Indonesia," kata Tutut.
"Jadi boleh-boleh saja kontra tapi jangan ekstrem yang penting kita jaga persatuan Republik Indonesia ," tambah dia.
Tutut menuturkan, ada banyak jasa yang sudah diberikan ayahnya selama memimpin RI. Menurutnya, rakyat Indonesia bisa merasakan dan melihat langsung.
"Yang bisa melihat kan masyarakat sendiri ya, terima kasih kepada Bapak Presiden dan masyarakat Indonesia, dan seluruh pihak yang telah mendukung. Untuk yang kontra, saya, kami keluarga tidak merasa dendam atau kecewa, memang kita negara kita banyak macam-macamnya," kata Tutut.
Alasan Prabowo Anugerahkan Soeharto Pahlawan Nasional
Tutut sempat ditanya alasan Prabowo menganugerahkan Soeharto sebagai pahlawan nasional. Ia pun membeberkan alasannya.
"Karena mungkin beliau tentara jadi mungkin tahu apa yang dilakukan Bapak sejak dahulu kala, tapi beliau menentukan itu melihat aspirasi dari masyarakat juga," kata Tutut.
Tutut pun buka suara soal mengapa Soeharto baru dianugerahkan pahlawan nasional di era Prabowo. Ia hanya menjawab singkat.
"Ya enggak apa-apa, karena mungkin belum ada banyak dikumpulkan opo jenenge, untuk supaya terpilih, belum terkumpul beliau-beliau itu," kata Tutut.
